Begal Proyek Ditangkap Aparat Polsek Mlati

Ilustrasi penangkapan penjahat (JIBI/Harian Jogja - Antara)
01 Maret 2015 22:20 WIB Sunartono Sleman Share :

Begal tidak hanya ada di jalanan, tetapi juga di proyek pembangunan.

Harianjogja.com, SLEMAN - Aksi begal ternyata tidak hanya terjadi di jalanan, tetapi juga secara terang-terangan menyasar area proyek pembangunan.

Petugas Polsek Mlati, Sleman berhasil menangkap begal yang tengah beraksi di kawasan proyek pembangunan di Jalan Magelang Km 5 Dusun Kutuasem, Sinduadi, Mlati, Sleman akhir pekan lalu.

Mereka menyerang kawasan proyek terlebih dahulu saat dinihari kemudian menggasak seluruh barang milik pekerjanya.

Seorang begal yang berhasil ditangkap di lokasi kejadian adalah Tri Andriyanto alias Timbul, 31, warga Kutu asem RT 003 RW 017, Sinduadi, Mlati, Sleman.

Kapolsek Mlati Kompol Sarwendo menjelaskan tersangka datang ke kawasan proyek pembangunan dalam kondisi mabuk sekitar pukul 02.00 WIB dinihari.

Awalnya pelaku berniat mencuri sejumlah barang tetapi ketahuan pekerja yang belum tidur. Dengan kondisi mabuk tersangka sempat ribut dengan salah satu pekerja bangunan di area tersebut. Tersangka bahkan memukul salah satu pekerja di bagian kepala.

"Dia datang sebenarnya mau mengambil [mencuri] tapi ketahuan. Kemudian mengaku mau ketemu sama mandor bangunan. Oleh buruh bangunan dijawab tidak ada, adanya pagi. Malah ribut dan sempat menampar buruh sekali," ungkap Sarwendo, Minggu (1/3/2015).

Setelah menampar seorang pekerja, tersangka meninggalkan area proyek. Beberapa menit kemudian tersangka datang dengan sejumlah rekannya ke kawasan proyek dengan membawa senjata tajam.

Diduga kuat tersangka sudah memprovokasi temannya untuk membantu membalas. Sesampai di area proyek mereka menanyakan salah satu pekerja yang sempat ribut dengan tersangka. Tetapi beruntung pekerja tersebut sudah tidak ada di tempat sehingga luput dari amukan.

Saat seperti itu, layaknya begal yang berniat melakukan pencurian, tersangka justru mematikan seluruh lampu proyek. Karena ketakutan seluruh pekerja bangunan pun lari tunggang langgang.

Ketika semua pekerja sudah tidak ada di lokasi proyek, tersangka mengambil sebuah tas milik salahsatu buruh yang berada di dalam area proyek.

Tersangka juga merogoh seluruh celana para pekerja bangunan untuk mendapatkan barang berharga. Hasilnya lima dompet milik pekerja bangunan berhasil didapatkan lalu dibawa kabur.

Panit Reskrim Polsek Mlati Iptu Darban mengatakan tersangka ditangkap saat keluar dari pagar proyek. Berikut barang bukti satu tas dan dompet milik para pekerja bangunan yang akan dibawa kabur.