PENATAAN KOTA JOGJA : Larangan Bus Pariwisata Masuk Kraton Berlaku Sekitar Setahun

bus wisata
10 Maret 2015 07:20 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

Penataan Kota Jogja untuk uji coba lalu lintas Kraton diteruskan hingga beberapa bulan ke depan.

Harianjogja.com, JOGJA - Proses uji coba manajemen lalu lintas kawasan Kraton Jogja akan tetap diteruskan selama beberapa bulan ke depan. Kajian ini diperlukan untuk mengetahui perbandingan tepat antara kondisi saat puncak musim libur dan di saat sepi.

"Perlu ada perbandingan yang jelas karena ada perbedaan yang mencolok antara kondisi lalu lintas saat musim liburan dan pada saat sepi," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja Wirawan Hario Yudho saat rapat dengan Komisi C DPRD Kota Jogja, Senin (9/3/2015).

Ia memperkirakan proses uji coba manajemen lalu lintas kawasan Kraton Jogja yang melarang bus pariwisata masuk tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu tahun terhitung sejak November 2014.

Selama uji coba berlangsung, pihaknya memantau kondisi lalu lintas di kawasan keraton secara intensif, termasuk dampak yang ditimbulkan akibat larangan bus pariwisata masuk kawasan Kraton.

Selain Dishub Kota Jogja, dalam rapat tersebut juga dihadiri oleh Asisten Sekretaris Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Jogja Aman Yuriadijaya. Aman mengatakan, uji coba manajemen lalu lintas di suatu kawasan akan menimbulkan dampak termasuk kondisi yang tidak nyaman bagi masyarakat.

"Dampak yang ditimbulkan itu wajar karena ada perubahan di masyarakat. Ketidaknyamanan itu hanya terjadi di awal saja dan masyarakat akan menjadi terbiasa di kemudian hari," kata Aman.

Ia menambahkan, penerapan uji coba manajemen lalu lintas yang kini dilakukan di kawasan Keraton Yogyakarta dimungkinkan akan diperluas tidak hanya di Alun-Alun Utara saja tetapi juga di wilayah sekitarnya seperti Keben dan Tamansari.

"Harapannya, Komisi C bisa ikut membantu mengawasi pelaksanaan uji coba ini. Apalagi pada akhir tahun ini akan mulai dilakukan penerapan pedestrian di kawasan Malioboro," katanya.

Sedangkan Ketua Komisi C DPRD Kota Yogyakarta Christiana Agustina mengatakan, pemerintah daerah perlu mengambil sikap secara cepat atas berbagai gejolak yang muncul di masyarakat sebagai dampak uji coba manajemen lalu lintas di kawasan Keraton Yogyakarta.

"Jika masalah di masyarakat tidak segera diredam, maka dimungkinkan masalah yang ada akan semakin kompleks dan sulit diatasi," katanya.