ANGIN KENCANG SLEMAN : Pohon, Kios dan Gerobak Jadi Korban

Salahsatu gerobak milik pedagang kaki lima di kawasan Tlogoadi, Mlati Sleman terguling saat diterjang angin ribut, Kamis (26/3/2015) siang. (JIBI/Harian Jogja - Sunartono)
27 Maret 2015 08:20 WIB Sunartono Sleman Share :

Angin kencang Sleman yang terjadi Kamis (26/3/2015) menimbulkan kerugian materi.

Harianjogja.com, SLEMAN - Angin kencang menumbangkan sejumlah pohon di serta merusak gerobak dan kios pedagang, Kamis (26/3/2015) sore.

Pohon yang tumbang kembali terjadi di ruas jalan Seyegan hingga Mlati, Sleman. Meski tidak ada kerusakan parah pada rumah warga tapi sejumlah gerobak berisi milik pedagang di Tlogoadi, Mlati, Sleman sempat berhamburan diterjang angin.

Dari sekian banyaknya pedagang, salahsatu pedagang bakso tusuk, Sarju yang masih bertahan di tengah angin kencang yang terjadi Kamis (26/3/2015) sekitar pukul 14.50 WIB di kawasan Tlogoadi, Mlati. Dengan mantel yang dibawa ia berusaha melindungi barang dagangannya meski tutup panci berisi bakso telah kabur entah kemana. Selain itu kencangnya angin tidak memungkinkan bagi Sarju untuk meninggalkan barangannya.
"Tutupnya hilang, saya tetap di sini untuk menjaga," ucapnya terdengar samar di tengah hembusan angin.

Beberapa warga lalu membantu Sarju untuk berjalan ke tempat aman dengan menuntun motor berikut barang dagangannya. Mungkin ia termasuk orang yang lumayan bisa menyelamatkan barang dagangannya ketimbang Agus, seorang penjual Siomay di kawasan tersebut. Gerobak berikut barang dagangannya roboh ke arah jalan karena terhempas angin kencang. Hal yang sama juga harus dirasakan Indriyana pedagang es campur di kawasan tersebut. Sejumlah warga sempat mengamankan gerobak milik Indriyana, namun kembali terhempas angin untuk kedua kalinya hingga rusak parah.

Menurut Indriyana angin kencang disertai hujan deras terjadi sekitar 30 menit tanpa berhenti. Ia memilih menyelamatkan diri di saat angin kencang menerpa kawasan tempat ia berjualan. Akibat peristiwa itu ia menderita kerugian jutaan rupiah.

"Harga gerobaknya saja sekitar Rp1,5 Juta karena kaca. Semua pedagang yang di sini kena barang-barangnya karena tidak sempat menyelamatkan," ucap dia.