Gunungkidul Perluas Pembayaran Tiket Masuk Nontunai ke 5 TPR Wisata
Cashless di TPR Baron Gunungkidul dinilai sukses. Sistem pembayaran non tunai akan diperluas ke lima TPR untuk mengoptimalkan PAD wisata.
Kepala Pusat Diseminasi dan Kemitraan Batan Ruslan (baju batik) saat melakukan peninjauan olahan kreasi pangan di sela-sela kegiatan sarasehan Mitra Komersial Pemanfaatan Porduk Pangan Bidang Pertanian di Balai Desa Playen, Rabu (30/4/2015). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Pertanian Gunungkidul berupa tanaman Sorgum terganggu serangan burung
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Proyek kerja sama penanaman sorgum antara Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sido Rahayu, Desa Playen masuk dalam kategori sukses.
Namun, panen yang dihasilkan belum maksimal, karena banyak bulir sorgum yang dimakan burung.
Ketua Gapoktan Sido Rahayu Mardi mengatakan, secara produk sorgum kreasi Batan sangat bagus. Dari sisi tanaman bisa tumbuh dengan subur, sementara bulir yang dihasilkan juga lebih besar dan manis.
“Kalau dibandingkan dengan sorgum yang biasa, kreasi dari Batan jelas lebih unggul. Hanya saja, saat akan dipanen sudah kalah sama burung, sehingga hasil yang diperoleh belum maksimal,” kata Mardi, Rabu (29/4/2015).
Menurut dia, selain proses pembibitan tergadap sorgum, Batan juga membantu menyediakan padi varietas unggul jenis Sidenuk (Sidedikasi Nuklir), Bestari hingga Unsrat 1 dan 2.
Sejak proses penandatangan kerja sama di tahun lalu, para petani terus mendapatkan bantuan dalam pengembangan hingga pelatihan.
Sementara itu, Kepala Pusat Diseminasi dan Kemitraan Batan Ruslan mengatakan, kegiatan sarasehan dilakukan sebagai tindak lanjut upaya kerja sama yang dilakukan di tahun lalu. dari pertemuan tersebut, juga dilakukan interaksi dengan petani khususnya untuk mengetahui berbagai kendala yang terjadi di lapangan.
“Kalau dari sisi produk memang tidak ada masalah. Tapi, dengan tumbuh suburnya sorgum juga menimbulkan masalah baru, yakni menarik minat burung untuk memangsa tanaman itu,” kata Ruslan.
Ruslan menduga, penyebab tanaman sorgum diserang burung karena di sekitar lokasi tidak ada tanaman yang lain. Menurut informasi yang ia peroleh, warga sudah mencoba menutupi buah sorgum dengan plastik, tapi upaya ini juga belum berhasil.
Dia menjelaskan, segala bentuk keluhan dari petani akan ditampung, kemudian digunakan sebagai acuan untuk menyempurnakan produk yang sudah ada.
“Mungkin ke depannya, tinggi batangnya bisa lebih diperpendek lagi, sehingga tidak menarik minat burung. Tapi, ini butuh kajian dan penelitian yang lebih mendalam,” ujarnya.
Lebih jauh dikatakan Ruslan, selain menampung segala keluhan petani, Batan juga akan melakukan beberapa program pelatihan pengembangan produk pangan dari sorgum.
Pasalnya, selain digunakan untuk pakan ternak, tanaman ini juga bisa menghasilkan olahan pangan pengganti beras.
“Untuk pelaksanaan akan kita berikan di hari kedua sarasehan. Tapi saat melihat hasil kreasi makanan tadi [kemarin] sudah ada pizza dari tepung sorgum, dan rasanya juga tidak kalah dengan yang asli,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cashless di TPR Baron Gunungkidul dinilai sukses. Sistem pembayaran non tunai akan diperluas ke lima TPR untuk mengoptimalkan PAD wisata.
Toyota Hiace menabrak truk di Tol Pemalang KM 306. Dua penumpang mengalami kaki terjepit dan dievakuasi tim SAR.
Kebakaran Gunung Lawu meluas ke hutan lindung Ngawi. Tiga titik api masih menyala dengan luas area terbakar sekitar 13 hektare.
Basarnas Banda Aceh membagi empat tim untuk mencari Ho Wee Han, wisatawan Malaysia yang hilang saat menyelam di perairan Sabang.
Kelok 23 masih uji coba hingga 20 September 2026. Evaluasi 21 September menentukan kelayakan jalan sebelum dibuka untuk umum.
Dewa United menang 3-1 atas Borneo FC di Stadion Segiri lewat gol Johnathan Pereira dan dua gol Denilson.