Pembahasan Raperda Gunungkidul Dikebut, 3 Draf Segera Dibahas
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Kambing mati misterius yang terjadi di Gunungkidul bukan kejadian pertama kali. Penyebab kematian itu diduga serangan anjing liar
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kambing yang ditemukan mati secara misterius di Gunungkidul diduga karena serangan anjing liar.
Pemilik kambing, Tumilah, warga Dusun Karangasem B, Desa Karangasem, Paliyan menduga penyebab kematian kambingnya itu karena digigit hewan hewan buas. Hal tersebut dibuktikan adanya bekas luka di bagian leher, dan bulu-bulunya berserakan di sekitar kandang.
“Mungkin bisa macan [harimau] atau anjing liar,” ungkapnya, Jumat (1/5/2015).
Menurut dia, peristiwa ternak yang mati misterius itu buka yang pertama kali. Sebab, beberapa waktu lalu, ternak milik tetangganya juga mengalami hal yang sama persis.
“Saya tidak sudah lupa kapan waktunya, karena terjadi saat memasuki musim hujan yang lalu. Dua ekor kambing milik Heru dan seekor kambing milik Budi pernah menjadi korbannya,” papar Tumilah.
Akibat kejadian tersebut, Tumilah mengaku mengalami kerugian mencapai Rp2 juta. Berhubung tak bisa dimanfaatkan lagi, bangkai kambing itu diberikan untuk makanan lele yang dipelihara tetangganya.
“Kalau dikonsumsi jelas tidak mungkin, jadi saya berikan untuk makan lele saja,” ungkap dia.
Terpisah, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sektor Paliyan Widodo menduga kematian ternak warga secara misterius itu disebabkan serangan anjing liar. Pasalnya, hal yang sama juga terjadi beberapa tahun lalu, dan diketahui pemangsanya adalah hewan liar.
“Kalau harimau sangat kecil, apalagi beberapa tahun lalu kejadian yang sama pernah terjadi,” ungkap Widodo.
Dia menegaskan, meski sudah ada jatuh korban, petugas konservasi tidak akan melakukan pemburuan. Hanya saja, untuk mengantisipasinya, warga diminta untuk terus waspada. Salah satunya dengan memperkuat kondisi kadang-kandang yang dimiliki.
“Kalau bisa letaknya lebih didekatkan dengan rumah, sehingga saat ada kejadian para pemilik bisa mendengarnya,” kata Widodo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Iran menyatakan ekspor minyak tetap berjalan meski diblokade AS. Teheran juga memulihkan 40% kapasitas produksi South Pars.
Penganiayaan terjadi di Waduk Sermo, Kulonprogo. Seorang perempuan dipukul pria setelah menegur pelaku yang terus menatapnya.
Polda Metro Jaya menyebut perusakan dan pembakaran di kawasan Senayan dilakukan kelompok perusuh setelah aksi AMPB Pati selesai.
RUU Perampasan Aset ditarget disahkan Desember 2026. Draft mengatur negara bisa merampas aset tanpa menunggu putusan pidana.
Backlog hunian Jakarta mencapai 402.287 KK, sementara 29.000 apartemen belum terserap. Pembiayaan dan hunian vertikal jadi solusi.