UN SMP 2015 : Di Gunungkidul, Dua Peserta Kejar Paket Jalani Ujian di Lapas

JIBI/SOLOPOS/Agoes RudiantoKERJAKAN SOAL-Sejumlah pelajar mengerjakan soal Ujian Nasional (UN) di SMP Muhammadiyah 1,SOlo, Senin (23 - 4). UN SMP tidak ada naskah cadangan, sama seperti UN SMA dan diawasi dua orang setiap ruang.
02 Mei 2015 10:19 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

UN SMP 2015 di gunungkidul, ada dua peserta kejar paket yang menjalani ujian di Lapas

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul memastikan ada dua peserta Ujian Nasional (UN) Kesetaraan Paket B yang mengerjakan soal di lembaga pemasyarakatan Wonosari.

Hal itu terjadi karena dua orang tersebut tersangkut masalah hukum.

Sekretaris Disdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid memastikan semua sekolah siap melaksanaan UN. Rencananya, hari ini seluruh naskah akan dikirimkan dari Disdikpora DIY ke 15 kelompok kerja di Gunungkidul.

“Saat ini tinggal pengiriman naskah, dan semua persiapan sudah dilakukan,” kata Bahron, Jumat (1/5/2015).

Dia menjelaskan, pelaksanaan UN SMP tidak berbeda jauh dengan UN SMA/SMK. Pasalnya baik itu yang kelas reguler atau pun kejar paket juga melaksanakan ujian di hari yang sama.

“Mungkin bedanya hanya saat koreksi dan adanya tes CBT di SMA. Sedangkan untuk yang lain hampir sama semua,” tutur mantan Kepala Bidang Pendidikan Menengah itu.

Bahron menambahkan, untuk peserta UN Kesetaraan ada dua siswa yang harus mengerjakan ujian di lapas. Hal ini terjadi karena, keduanya sedang tersangkut masalah hukum. “Ya tidak masalah, karena itu merupakan kewajiban, maka hak mereka tetap akan dipenuhi,” tutur dia.

Terpisah, Kepala Rumah Tahanan Kelas II B Wonosari Ramdani Boy membenarkan adanya dua tahanan yang mengikuti ujian kesetaraan. Namun dia mengaku belum tahu persis peserta ujian tersebut karena belum berkoordinasi lebih lanjut dengan Disdikpora. “Di sini ada 17 anak yang dibina, dan dua di antaranya akan ikut ujian kejar paket,” kata Ramdani.

Dia menjelaskan, siap memberikan akomodasi untuk kelancaran ujian. Rencananya keduanya melakukan ujian mulai pukul 13.00 WIB. “Kita akan memberikan fasilitas, dan menyediakan segala keperluan untuk ujian,” kata Ramdani lagi.