ANGIN KENCANG : Kerugian Ditaksir Rp30 Juta

Ilustrasi angin kencang (JIBI/Solopos - Dok.)
19 Februari 2016 06:55 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Angin kencang mengakibatkan sejumlah rumah dan infrastruktur rusak.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sejumlah rumah dan infrastruktur di Desa Tancep, Kecamatan Ngawen rusak diterjang puting beliung pada Rabu (17/2/2016) sore. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta.

Kepala Desa Tancep Sugiyarto menjelaskan, puluhan rumah yang rusak hanya terjadi di Desa Tancep. Sedang wilayah lainnya yang berdampingan lolos dari amukan angin kencang tersebut. Selain merusak rumah, lisus juga merobohkan ratusan pohon yang ada di Tancep.

“Kami saat ini masih kerja bakti untuk membersihkan ranting-ranting pohon yang ambruk. Jeni pohon yang roboh meliputi mahoni, jati, munggur hingga randu,” urainya, Kamis (18/2/2016)

Sugiyarto menambahkan, akibat embusan angin itu, aliran listrik di empat dusun sempat mati karena kabel di instalasi milik PLN putus akibat tertimpa pohon.

“Sudah diperbaiki dan listrik sudah hidup lagi,” ujarnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Budhi Harjo mengaku sudah mendapatkan kabar mengenai amukan angin kencang di wilayah Desa Tancep. Pasca-kejadian, puluhan petugas langsung diterjunkan untuk melakukan pendataan yang meliputi jumlah kerusakan hingga kerugian materi yang diderita akibat musibah itu.

“Kemarin [Rabu, 17/2/2016] pendataan dilakukan hingga pukul 22.00 WIB,” kata Budhi.

Dia menjelaskan, diperkirakan kerugian akibat amukan puting beliung ditaksir mencapai Rp30 juta. Untuk meringankan beban korban, petugas juga telah memberikan bantuan logistik serta memberikan bantuan tenaga untuk proses perbaikan dan membersihkan rating-rating pohon yang tumbang.