KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Ratusan wisatawan mengantri untuk masuk ke dalam mulut gua obyek wisata Gua Pindul yang berada di dusun Gelaran, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, Jumat (6/5/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Wisata Gunungkidul mendatangkan jutaan orang bagi warga setempat
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Gunungkidul diupayakan agar mampu membaca peluang pasar yang melimpah di Gunungkidul. Untuk itu, Pemkab Gunungkidul banyak lakukan langkah pembinaan pada sejumlah pengusaha UMKM.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan ESDM (Disperindagkop ESDM) Hidayat mengatakan sejauh ini mayoritas pengusaha di Gunungkidul didominasi oleh pelaku UMKM. Tercatat hingga September 2016 terdapat sekitar 30.000 UMKM yang masuk dalam data Disperindagkop ESDM Gunungkidul.
Pihaknya mengklaim selama ini UMKM yang tersebar di 18 kecamatan di seluruh Gunungkidul belum mampu menggaet peluang pasar yang cukup besar di Gunungkidul. Terlebih, saat ini Gunungkidul fokus terhadap perkembangan pariwisata, sehingga otomatis mendatangkan banyak wisatawan ke Gunungkidul.
“Wisatawan yang jumlahnya sampai jutaan datang setiap tahun. Itu harusnya jadi peluang bagi pelaku UMKM untuk membuka pasar,” kata Hidayat saat dijumpai di ruangannya, Kamis (6/10/2016).
Hidayat mengatakan, beberapa pelaku UMKM yang tak berkembang usahanya mengeluhkan persoalan modal. Namun, menurutnya minimnya modal bukanlah hambatan seorang pelaku UMKM untuk sukses dan menjadi besar. Ia mengatakan, masyarakat hanya butuh sedikit perbaikan manajemen untuk mengelola usaha kecilnya menjadi besar dan menguntungkan.
“Memang beberapa harus diperbaiki, selama ini kami terus melakukan pembinaan kepada pelaku usaha di Gunungkidul,” tegas Hidayat.
Para pengusaha, lanjutnya, tak perlu kesulitan untuk mencari pasar. Mereka hanya perlu menentukan segmentasi mana yang sesuai dengan produk jualan mereka, atau sebaliknya, menentukan produk untuk kemudian disesuaikan dengan segmentasi. Hal itu dikarenakan wisatawan sudah datang dan ada di depan mata. Tinggal bagaimana para pelaku usaha mampu menangkapnya sebagai peluang pasar.
Meskipun begitu, Hidayat dan jajaran Disperindagkop ESDM saat ini terus mendata jumlah keseluruhan UMKM. Tahap selanjutnya yakni dengan membuat website khusus yang akan berisi data UMKM di Gunungkidul, berikut jenis usaha dan alamat usaha yang bersangkutan. Agar kedepannya pun mampu memudahkan pemasaran produk para UMKM.
Salah seorang pelaku UMKM Pantai Sadranan, Desa Sidoarjo, Gunungkidul, Harso mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah pemkab yang memerhatikan pelaku usaha kecil. Ia mengaku siap untuk dapat lebih peka dan menangkap peluang pasar melalui wisatawan yang datang ke Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
PT Pos Sungguminasa mengakui salah kirim surat MA untuk Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang hingga tak diterima sebelum putusan.
Jadwal Samsat Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, Samsat Keliling, Jempol Si Panda, SABITA hingga Samsat On Sunday.
PAD Gunungkidul dalam APBD Perubahan 2026 naik Rp25,57 miliar menjadi Rp385,966 miliar di tengah pengurangan transfer pusat.
Portugal mengalahkan Norwegia 2-1 di UEFA Nations League dan memastikan lolos ke perempatfinal dengan dua laga fase grup tersisa.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Senin 5 Oktober 2026 tersedia di MPP, lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.