KONFLIK WATU KODOK : Warga Pilih Abaikan Pemerintah

Sunset di Pantai Watu Kodok. Seorang nelayan pun terlihat kecil dibandingkan kemegahan alam tersebut.
10 Oktober 2016 01:20 WIB Bhekti Suryani Gunungkidul Share :

Konflik Watu Kodok hingga sekarang masih berkelanjutan.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Warga Pantai Watu Kodok, Dusun Kelor Kidul, Kemadang, Tanjungsari mengabaikan instruksi Pemkab Gunungkidul ikhwal pelarangan pendirian bangunan di pesisir. Kebijakan itu tidak disertai kontrol dari pemerintah.

(Baca Juga : KONFLIK WATUKODOK : Warga Bentuk Aliansi Tolak Investor)

Wakil Ketua Paguyuban Kawula Pesisir Mataram (PKPM) yang merupakan warga Pantai Watu Kodok, Tupar mengungkapkan, sekitar tiga pekan lalu Pemkab Gunungkidul melayangkan surat instruksi ke warga pesisir pantai Watu Kodok.

Isinya antara lain melarang warga mendirikan bangunan di pesisir pantai. Segala bangunan dilarang didirikan di lahan yang diklaim pemerintah sebagai Sultan Ground (SG). Menurut Tupar, warga memilih mengabaikan instruksi Pemkab tersebut. Sampai sekarang sebagian warga tetap mendirikan bangunan di pesisir.

“Warga cuek saja, memang ada yang pikir-pikir mau mendirikan bangunan, namun lainnya ada juga yang tetap mendirikan bangunan,” kata Tupar ditemui pekan lalu.