PILKADA JOGJA : Dagangan Diborong Haryadi & Fadli, Ini Kisah Nenek Penjual Jajanan Pasar

Ilustrasi pemilihan umum kepala daerah (JIBI/Harian Jogja - Istimewa)
22 Oktober 2016 02:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Pilkada Jogja, kedua balon mulai berebut simpati warga.

Harianjogja.com, JOGJA -- Seorang nenek penjual jajanan pasar yang biasa mangkal di sekitar Kantor Pos Besar mendadak bikin heboh suasana apel gelar pasukan pengamanan pemilihan walikota dan wakil walikota (Pilwalkot) Jogja yang digelar di Alun-alun Utara, Jumat (21/10/2016).

Nenek bernama Marsiyem, 65, menerobos masuk ke tengah barisan apel. Upacara gelar pasukan kebetulan baru selesai, tetapi masih dilanjutkan dengan simulasi kerusuhan proses pilwalkot.

Marsiyem sempat diperingatkan anggota polisi, tetapi tetap masuk sehingga membuat Kepala Kepolisian Resort Kota Jogja Komisaris Besar Tommy Wibisono turun tangan seusai menjadi pemimpin upacara. Dua keranjang jajanan pasar itu bukan dibawa ke luar tetapi dibawa di dekat jajaran pejabat di kursi VIP.

Dua keranjang jajanan pasar milik Marsiyem pun diborong Haryadi yang hadir dalam kesempatan tersebut, disusul, Asisten Bidang Pemerintahan Achmad Fadli. Adapun Achmad Fadli selain asisten juga merupakan bakal calon wakil walikota dari kubu yang berseberangan dengan Haryadi.

Marsiyem pun kaget dan tidak menyangka jualannya langsung ludes bahkan keuntungannya melebihi dari hari-hari biasa. Ibu dari tiga anak dan 10 cucu ini tidak tahu kalau ada kalau dirinya menerobos masuk acara resmi gelar pasukan pengamanan pilwalkot.

Ia memang sudah terbiasa berkeliling jualan dari Kantor Pos Besar ke Alun-alun Utara. Pagi itu ia baru datang dari Wonosari. Seperti biasa setelah mampir kantor pos, ia bermaksud menjajakan jualannya ke sekitar pelataran Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

"Tadi cuma lewat aja sampai tengah dibantu pak polisi," ucap Marsiyem.

Namun, tindakannya tersebut membawa keberuntungan dagangannya laris diborong dan dirinya bisa langsung pulang ke rumah di Siyono, Wonosari.

Padahal biasanya ia berjualan sampai pukul 16.00 WIB, itu pun dagangannya belum tentu habis. Tapi kemarin (21/10/2016), dia pulang sekitar pukul 08.30 WIB.

Marsiyem enggan menyebut nominal uang dari Haryadi dan Achmad Fadli. Namun ia mengakui lebih besar dari pendapatannya sehari-hari berjualan, bahkan stok jajanan pasar yang ia simpan di sekitar kantor pos ia bawakan kembali dan diberikan kepada semua tamu apel simulasi pengamanan.

Marsiyem mengaku tidak tahu menahu jika yang memborong jajanan pasarnya adalah walikota dan calon walikota Jogja 2017.