LALU LINTAS JOGJA : Transportasi Massal & Pembatasan Kendaraan Pribadi Jadi Prioritas

24 Oktober 2016 23:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Lalu Lintas Jogja yang kian ramai diatasi dengan sejumlah solusi.

Harianjogja.com, JOGJA -- Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Wirawan Hario Yudo menyatakan perbaikan layanan transportasi massal dan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi menjadi pilihan untuk mengatasi kemacetan di dalam kota.

"Di Jogja sudah tidak mungkin lagi memperlebar jalan karena lahannya terbatas," kata Wirawan saat ditemui di Balai Kota Jogja, Jumat (21/10/2016) pekan lalu.

Wirawan mengatakan pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi mengalami peningkatan bahkan meningkat 7-10 persen per tahunnya. Belum lagi kendaraan wisatawan yang datang ke Jogja terutama saat liburan dan akhir pekan. Maka, kata dia bisa dipastikan kepadatan kendaraan tidak bisa dihindarkan.

Pihaknya sudah mengusulkan ke Pemda DIY agar mewujudkan transportasi berbasis rel berupa Mass Rapid Transit (MRT). Moda transportasi massal tersebut diklaimnya bisa mengurangi kepadatan. MRT nantinya, kata dia, tidak hanya beropersi di Kota Jogja, tetapi menghubungkan antar kabupaten, terutama Bantul, Sleman, dan Kota.

Wirawan menyampaikan upaya darurat untuk mengatasi kemacetan, di antaranya melakukan rekayasa lalu lintas dengan memberlakukan jalan searah di beberapa ruas jalan, seperti Jalan Sudirman, Jalan C Simanjuntak, Jalan Herman Yohanes, Jalan Prawirotaman, dan Jalan Tirtodipuran.

Dinas Perhubungan jug tengah mengkaji beberapa ruas jalan untuk dijadikan searah, di antaranya Jalan AM Sangaji, Jalan Ahmad Dahlan, dan Jalan Sagan (depan Mirota Kampus UGM). Namun, Wirawan menyatakan kebijakan searah di Jalan Sagan masih perlu koordinasi dengan Kabuapten Sleman karena letaknya berbatasan.

"Makanya kita kaji dulu," katanya.