PENGANIAYAAN PRT BANTUL : Anak PRT Bawa Sial, Jadi Adi Menganiaya?

24 November 2016 08:20 WIB Sleman Share :

Penganiayaan PRT Bantul diwarnai dengan bujukan damai dari keluarga tersangka

Harianjogja.com, SLEMAN- Sehari selang tersangka penganiayaan balita Adi Cahyono, 35, diamankan petugas Direskrimum Polda DIY, pihak keluarga tersangka melakukan berbagai upaya untuk menghentikan penyidikan kasus salah satunya dengan mengajak pihak korban untuk berdamai dan mencabut laporan penganiayaan.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/11/23/penganiayaan-prt-bantul-minta-cabut-laporan-istri-tersangka-iming-imingi-uang-rp-15juta-771228">PENGANIAYAAN PRT BANTUL : Minta Cabut Laporan, Istri Tersangka Iming-imingi Uang Rp 15juta)

Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda DIY, Kompol Retnowati menjelaskan istri tersangka berusaha mencari keberadaan Sartini. Namun karena tidak mengetahui keberadaan Sartini ia lalu mendatangi sekolah anak kedua Sartini, DL yang menjadi saksi kunci atas kasus tersebut dengan menjanjikan sejumlah uang jika pihak korban mau mencabut laporan.

Kedatangan istri tersangka membuat DL merasa takut. Kata dia, apalagi posisi DL merupakan salah satu saksi yang pernah menyaksikan perbuatan kejam penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka dengan demikian DL harus mendapat perlindungan.

"Kami bawa saksi ke shelter RDU. Bagaimanapun dia sebagai saksi dia harus mendapatkan perlindungan," katanya, Rabu (23/11/2016)

Sejauh ini tim penyidik Polda DIY setidaknya telah memeriksa lima saksi atas kejadian tersebut. Namun untuk saksi dari pihak keluarga tersangka belum ada satupun yang dipanggil.

"Seharusnya hari ini (kemarin) istri tersangka datang, namun karena ada satu hal dia batal hadir. Kemungkinan besok (hari ini) dia kami panggil lagi," ujarnya.

Terkait dengan motif tersangka melakukan penganiayaan, hingga Rabu (23/11/2016) siang pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut, sementara ini masih dugaan motif masih mengarah karena tersangka merasa JM, 1,5, anak pembantunya tersebut adalah anak yang menbawa sial sehingga mengakibatkan usahanya bangkrut.

"Belum, masih kami dalami lagi. Sampai saat ini tersangka juga masih bungkam dan belum mengakui bahwa dia telah melakukan penganiayaan," pungkas Retno.