PILKADA KULONPROGO : Pasar Tradisional Jadi Lokasi Strategis Kampanye

1.Calon bupati nomor urut dua, Hasto Wardoyo berbincang dengan warga di Pasar Ngaglik, Desa Pleret, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo, Selasa (29/11/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI - Harian Jogja)
30 November 2016 08:55 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Pilkada Kulonprogo, blusukan ke pasar tradisional masih jadi andalan.

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Pasangan Hasto Wardoyo dan Sutedjo kembali berkampanye dengan mendatangi sejumlah pasar tradisional, Selasa (29/11/2016). Pasar tradisional dianggap sebagai salah satu lokasi strategis yang mampu menjangkau banyak orang tanpa menggelar pertemuan resmi.

Hasto mengatakan timnya masih fokus kampanye melalui pertemuan terbatas dan tatap muka. Dia dan Sutedjo banyak mendatangi kegiatan yang diselenggarakan warga, maupun menemui perkumpulan atau komunitas di tingkat dusun dan desa. Mereka juga kerap berinteraksi dengan masyarakat di pasar tradisional.

“Kalau mengadakan pertemuan dengan mengumpulkan orang banyak, nanti disangka kampanye terbuka. Padahal itu cuma boleh sekali,” ujar Hasto saat berkunjung di Pasar Ngaglik, Desa Pleret, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo, Selasa pagi (29/11/2016).

Seperti sebelumnya, Hasto maupun Sutedjo berusaha melakukan pendekatan dengan para pedagang maupun masyarakat umum yang sedang berbelanja di pasar. Mereka juga tampak ikut membeli berbagai macam dagangan. Sembari belanja, keduanya pun mengobrol dan mendengarkan keluhan dan usulan dari masyakarat. Menurut Hasto, apa yang disampaikan bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menyusun program kerja apabila memenangkan Pilkada 2017.

Hasto berpendapat, pasar tradisional memiliki peran penting dalam peningkatan daya tahan lokal menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Pasar tradisional harus tetap dipertahankan sekaligus didorong agar berkembang menjadi lebih baik.

“Masih banyak yang harus diperhatikan. Kalau lima tahun kemarin lebih fokus di fasilitas jalan dan kesehatan, nanti kami mulai beralih ke pasar dan wisata,” ungkap Hasto.

Sebelumnya, calon wakil bupati nomor urut satu, BRAy Iriani Pramastuti juga berkampanye dengan mengunjungi Pasar Wates, Senin (28/11). Kunjungan ke pasar dianggap cukup efektif untuk bertemu langsung dengan masyarakat sekaligus mendengarkan keluh kesah mereka. Hasil diskusi nonformal tersebut juga bisa menjadi masukan untuk menyusun program peningkatan perekonomian rakyat.

Iriani juga memantau harga kebutuhan pokok di pasar tradisional. Meski sering naik dan turun, harga kebutuhan pokok dianggap relatif masih terjangkau masyarakat. Namun,dia menilai tetap diperlukan upaya nyata agar masyarakat tak perlu lagi khawatir dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.