Advertisement
Mahasiswa Program Doktor Didorong untuk Studi Banding ke Luar Negeri
Advertisement
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Sutaryo mendorong para mahasiswa program doktor UGM untuk melakukan studi banding ke luar negeri
Harianjogja.com, JOGJA- Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Sutaryo mendorong para mahasiswa program doktor UGM untuk melakukan studi banding ke luar negeri, agar menghasilkan penelitian berkualitas internasional.
Advertisement
"Mahasiwa Doktor UGM paling tidak harus studi banding keluar negeri minimal tiga bulan, untuk menghasilkan penelitian berkelas internasional," ujar dia saat ditemui di kediamannya dalam rangka pemberian rekomendasi kepada calon mahasiswa baru program Doktor UGM, di Jatimulyo Baru, Sleman, Minggu (11/12/2016).
Menurut dia, saat ini cukup banyak mahasiswa program doktor yang kurang memadai dalam hal penelitian yang dikategorikan berkualitas internasional.
Padahal, katanya, para mahasiswa dari negara-negara di kawasan Asean dan Asia sudah sangat maju, khususnya dalam memproduksi karya tulis yang dimuat dalam jurnal internasional.
Ia mengatakan, dengan adanya program studi banding ke luar negeri maka diharapkan para pembimbing mahasiswa program doktor tersebut juga optimal mendukung agar karya tulis mahasiswa itu bisa masuk dalam jurnal internasional.
"Salah satu kriteria perguruan tinggi masuk kategori internasional adalah jika semakin banyak tulisan dan karya tulis mahasiswa dari suatu negara berhasil masuk dalam jurnal internasional," terang Sutaryo, seperti dikutip dari Antara.
Ia melanjutkan, dengan semakin banyak karya tulis mahasiswa masuk dalam jurnal internasional maka UGM secara otomatis akan mendapat predikat juga. Karena itu, langkah mendorong mahasiswa program doktor untuk studi banding minimal tiga bulan di luar negeri, wajib diperhatikan.
"Harapan kita ke depannya, program seperti bisa dipertahankan secara konsisten. Karena harus diakui bahwa kualitas peneliti kita dengan peneliti dari luar negeri, cukup berbeda banyak. Jadi perlu dioptimalkan peluang tersebut," papar Sutaryo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dua Korban Kapal Tenggelam di Selat Makassar Masih Dicari
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Jelang Ramadan, Pertamina Tambah 1,1 Juta Tabung LPG 3Kg di Jateng-DIY
- Prakiraan Cuaca DIY 17-19 Februari, BMKG: Hujan Sedang hingga Lebat
- Padusan di Parangtritis, Waspadai Rip Current dan Gelombang Tinggi
- 1.545 Marbot di Sleman Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
- Jadwal Sekolah di Bantul Disesuaikan Selama Ramadan 2026
Advertisement
Advertisement



