Pemanfaatan Internet untuk Bisnis Masih Minim

Perwakilan dari Bukalapak Heru Tricahyanto (kanan) mengisi seminar Bisnis Online di aula Gereja Santo Petrus dan Paulus Babadan, Sleman, Rabu (21/12). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI - Harian Jogja)
22 Desember 2016 15:55 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Kesadaran masyarakat Indonesia dalam menggunakan internet untuk berbisnis masih cukup rendah.

Harianjogja.com, SLEMAN-Kesadaran masyarakat Indonesia dalam menggunakan internet untuk berbisnis masih cukup rendah. Padahal berbisnis menggunakan internet mampu menjangkau pasar lebih luas.

Perwakilan Bukalapak Jogja Heru Tricahyanto memaparkan, berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJI) Indonesia, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 132,7 juta penduduk, di mana 65%-nya atau lebih dari 86 juta jiwa tinggal di Jawa. Mayoritas pengguna internet adalah kalangan mahasiswa, yang presentasenya mencapai 89,7% dari total pengguna internet di Indonesia.

Sayangnya, dari sekian banyak pengguna internet tersebut, mereka belum memanfaatkan sebagai media bisnis. “Alasan menggunakan internet untuk bisnis atau bisnis online hanya 8,5 persen atau sekitar 10,4 juta penduduk,” kata Heru saat mengisi Seminar Bisnis Online di aula Gereja Santo Petrus dan Paulus Babadan, Rabu (21/12/2016) sore.

Pemanfaatan internet saat ini masih sebatas untuk mendukung tugas kuliah atau tugas kantor. Selain itu juga untuk berinteraksi melalui media sosial. Menurutnya, penggunaan internet saat ini cukup mudah karena didukung dalam perangkat gadget yang hampir dimiliki kalangan dewasa.

Ia menjelaskan, ada tiga cara memanfaatkan internet untuk bisnis. Pertama melalui website pribadi, kedua dengan memasarkan produknya di sebuah market place seperti Bukalapak, dan ketiga adalah melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram.

Di Bukalapak sendiri, produk-produk yang ditawarkan bisa dikunjungi hampir tiga juta pengunjung per hari. “Artinya potensi pasarnya [bisnis online] besar. Pasar tidak hanya di Jogja tapi sudah Indonesia,” katanya.