WISATA BANTUL : Retribusi Masuk Pantai Dianggap Murah, Kalau Naik Itu Wajar

Deretan payung yang disewakan oleh warga untuk digunakan sebagai tempat berteduh bagi wisatawan Pantai Parangtritis. Foto diambil Minggu (25/12/2016) siang. (Arief Junianto/JIBI - Harian Jogja)
27 Desember 2016 12:22 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Wisata Bantul dianggap sudah waktunya naik tarif retribusi

Harianjogja.com, BANTUL- Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Bambang Legowo mengungkapkan, melihat PAD tahun 2016 sebesar Rp11,2 miliar yang telah terlampaui dia melihat bila retribusi naik target Rp14 miliar pada 2017 akan tercapai.

Perkiraan dia, kenaikan retribusi antara Rp5.000 sampai Rp10.000 hanya saja nantinya tetap harus dikaji dan ditetapkan lewat peraturan bupati. "Wisata pantai di Bantul itu ibaratnya beli tiket satu dapat lima, karena telah terhubung dengan adanya JJLS," ungkapnya, Senin (26/12/2016).

Disebutkan, saat ini retribusi untuk objek wisata diluar Pantai Parangtritis sebesar Rp3.000 untuk hari biasa dan Rp4000 saat liburan. Kemudian, untuk Pantai Parangtritis Rp4000 pada hari biasa dan Rp5000 saat liburan. Tarif itu termasuk untuk asuransi.

Dengan tarif yang cukup murah itu, dia melihat kenaikan tarif retribusi menjadi hal wajar. "Nanti tetap dilakukan pembenahan termasuk icon maupun penataan parkir," pungkasnya.

Ia pun tak menampik, sebaran objek wisata di Bantul saat ini tak lagi hanya terpusat di kawasan pantai saja. Beberapa objek wisata alam di daerah perbuktian pun sudah mulai menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung.

Dari pantauan Harianjogja.com, beberapa objek wisata di kawasan Desa Mangunan misalnya, terus menunjukkan tren peningkatan. Di objek wisata Pinus Sari misalnya, jumlah pengunjung di tiga hari libur Natal lalu (23-25/12/2016) menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

Jika Jumat (23/12/2016) lalu, jumlah pengunjung di Pinus Sari mencapai 2.510 orang, Sabtu (24/12/2016) melonjak hingga 4.640 orang. Puncaknya, jumlah pengunjung di Hari Minggu (25/12/2016) mencapai hingga 6.956 orang.

Menurut Pengelola Desa Wisata Mangunan Purwoharsono, kenaikan jumlah pengunjung itu terjadi sejak dua tahun terakhir. Itulah sebabnya, pihaknya berencana untuk menambah beberapa fasilitas pendukung guna menambah kenyamanan wisatawan saat bebrkunjung. “Selain sentra kuliner, kami berencana untuk membuat paket wisata. Jadi pengunjung tak lagi kebingunan saat berada di sini,” katanya.