Akhir Tahun, Warga Miliran Nyekar Bersama

Warga Miliran kerja bakti membersihkan pemakaman setempat, Sabtu (31/12/2016) sore. Dilanjutkan pentas anak-anak dan doa bersama lintas agama. (Ujang Hasanudin/JIBI - Harian Jogja)
31 Desember 2016 23:38 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Akhir Tahun 2016 dilakukan kegiatan nyekar bersama warga Miliran

Harianjogja.com, JOGJA-Disaat kebanyakan orang sibuk menggelar acara pesta kembang api dalam memperingati pergantian tahun, warga Miliran, Kelurahan Muja-Muju, Umbulharjo menggelar doa bersama lintas agama di RT13/ RW04 kampung setempat, Sabtu (31/12/2016) malam.

Sore harinya sebelumnya, mereka berduyun-duyun menuju lokasi pemakaman sambil membunyikan kentongan. Sampai pemakaman warga langsung kerja bakti membersihkan area pemakaman yang dipenuhi rumput ilalang. Kemudian menabur bunga di nisan kerabat mereka masing-masing.

Dodo Putra Bangsa, salah seorang warga Miliran mengatakan resik sarean atau bersih-bersih makam melekatkan kembali kecintaan warga kampungnya dan menjaga kebersamaan serta kerukunan sebagaimana yang sudah dilakukan oleh para leluhur dulu.

Terlebih, kata dia, ditengah perkembangan zaman dimana banyak pembangunan, terutama sejak sepuluh tahun terakhir. Pembangunan hotel-hotel mewah yang membutuhkan lahan yang luas sehingga mulai mengusik ketenangan warga.

Jual beli tanah memecah belah warga kampung. Kemegahan hotel juga memperbesar kesenjangan ekonomi dan sosial, "Bayangkan warga kampung setiap hari menatap kemewahan yang bukan miliknya," kata dia.

Efek pembangunan juga membuat kebersamaan dan guyub rukun yang kerap ditemui dalam kehidupan di kampung memudar karena ada yang lebih memprioritaskan individu dan ancaman sumber alam air tanah yang kian terkikis. Ditambah lagi dengan berbagai kepentingan dari elit seperti partai, ormas, dan agama cenderung mengkotak-kotakkan warga.

Karena itu, warga Miliran berinisiatif menggelar kegiatan bersama untuk melekatkan kembali hubungan sosial antar warga, "Kegiatan bersama ini juga diharapka dapat menguatkan warga dalam mengkritisi hak-hak hidupnya yang mendasar, sekaligus menumbuhkan sikap toleransi terhada keberagaman," kata Dodo.