TMMD Hemat Biaya Pembangunan Hingga Rp62 Juta

Komandan Kodim O732/Sleman Letkol Arm Djoko Sujarwo saat menyerahkan peralatan kegiatan TMMD Sengkuyung ke-98 Tahap I 2017 di Desa Wonokerto, Turi, Kamis (4/5/2017). (Abdul Hamid Razak/JIBI - Harian Jogja)
05 Mei 2017 13:17 WIB Sleman Share :

Operasi TNI Manuggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung ke-98 Tahap I tahun ini selesai dilakukan

 
Harianjogja.com, SLEMAN - Operasi TNI Manuggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung ke-98 Tahap I tahun ini selesai dilakukan. Kegiatan yang ditempatkan di Desa Wonokerto, Turi Sleman tersebut menghemat biaya pembangunan sebesar Rp62,5 juta.

Pasiter Kodim 0732/Sleman Kapten Infanteri Arly Iskandar menyampaikan kegiatan TMMD di desa tersebut mampu menekan biaya pembangunan Rp62 juta lebih. Normalnya, jika diborongkan menghabiskan biaya sebesar Rp287,5 juta.

"Setelah dikerjakan bersama dari unsur TNI, Polri, Pemda, dan masyarakat melalui operasi TMMD ini biaya yang dikeluarkan hanya Rp225 juta  saja”, kata Arly dalam upacara penutupan TMMD di Lapangan Punthuk, Wonokerto, Turi, Kamis (4/5/2017).

Menurutnya, operasi TMMD dilaksanakan sejak satu bulan lalu dengan hasil sasaran proyek fisik telah diselesaikan 100%. Seperti pembuatan jalan dengan panjang 548 meter lebar 6 meter, talud jalan dengan panjang 100 meter tinggi 50 cm, rehab plafon masjid, pembuatan 1 buah jembatan, dan pembuatan 6 buah gorong-gorong.

Selain sasaran fisik, kegiatan TMMD juga menyasar kegiatan non fisik yang seluruhnya telah dilaksanakan seperti kegiatan penyuluhan wawasan kebangsaan, kamtibmas dan narkoba, KB dan kesehatan, pertanian, serta mental dan rohani.

"Dalam TMMD kali ini juga bisa membangun sarana tambahan di luar sasaran yang telah ditargetkan, yakni membuka jalan sepanjang 100 meter dan pengerasan jalan sepanjang 600 meter dengan lebar enam meter," tambah Arly.

Komandan Kodim O732/Sleman Letkol Arm Djoko Sujarwo menyampaikan apresiasinya kepada seluruh lapisan baik pemerintah maupun masyarakat yang bahu membahu sehingga kegiatan TMMD dapat terselenggara sesuai rencana.

Menurutnya  program TMMD yang semula diselenggarakan dua kali setahun kini ditambah menjadi tiga kali. Kegiatan TMMD, katanya, sebagai salah satu upaya melestarikan budaya luhur Bangsa Indonesia yang menjadi makna inti dari Pancasila yaitu gotong royong.

"Ini sebagai bentuk kepedulian TNI dalam membantu akselerasi program pembangunan di wilayah-wilayah yang sulit terjangkau," katanya saat membacakan sambutan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono.

Sementara itu Bupati Sleman Sri Purnomo menilai, kegiatan tersebut dapat mempercepat proses pembangunan daerah. Dia berharap, program TMMD dapat terus berlanjut karena membantu percepatan pembangunan di daerah.

"Selain itu proyek yang dilakukan melalui TMMD juga mampu menghasilkan prestasi tambahan pembangunan selain dari sasaran yang ditargetkan," jelas Sri.