KOMODITAS PANGAN : Persiapkan Lonjakan Permintaan Saat Ramadan, Ini Strategi yang Dipilih

Ilustrasi kebutuhan pokok (Dok - JIBI)
07 Mei 2017 09:20 WIB Holy Kartika Nurwigati Jogja Share :

Komoditas pangan, kuota ditambah untuk mengantisipasi tingginya permintaan

Harianjogja.com, JOGJA --Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY memastikan pasokan komoditas pokok aman selama empat bulan ke depan. Bahkan, pasokan bahan pokok di Kios Segoroamarto di Pasar Beringharjo akan ditambah guna menstabilkan harga di pasaran.

Baca Juga : http://m.harianjogja.com/?p=814913">KOMODITAS PANGAN : Hadapi Ramadan, Pasokan Bahan Pokok Ditingkatkan

Pengawasan barang beredar guna mengantisipasi laju inflasi yang lebih tinggi juga dilakukan dengan bekerjasama dengan Polda DIY, BPOM DIY dan Satpol PP. Anggota TPID DIY, Budi Hanoto menjelaskan kerjasama antar daerah juga dilakukan untuk mendukung ketersediaan stok di DIY.

"Kami juga akan melakukan penambahan stok selama Ramadan. Di antaranya beras, gula, minyak goreng, telur dan tepung. Pemantauan ketersediaan bahan kebutuhan pokok dan harga akan terus dilakukan ke pasar-pasar," papar Budi, Kamis (4/5/2017).

Memasuki Ramadan dan Lebaran, inflasi Jogja diperkirakan akan tinggi mengingat beberapa kelompok mengalami kenaikan harga. Bahkan inflasi sudah terjadi di bulan April sebagai akibat kenaikan tarif dasar listrik pada Maret lalu.

Anggota TPID DIY, Sri Fitriani memaparkan beberapa upaya pengendalian inflasi telah dirumuskan guna mencegah inflasi yang lebih tinggi. Di antaranya akan digelar Operasi Pasar Murni Beras oleh Bulog DIY bekerjasama dengan Disperindag DIY. TPID juga berupaya untuk menjaga kecukupan stok pangan strategis melalui pengawasan terhadap potensi gangguan produksi dan distribusi.

"Selain itu, kami juga akan mempercepat replikasi Kios Segoro Amarto di Pasar Kranggan. Rencananya, akan dibuka sebelum Ramadan atau bulan ini," imbuhnya.