MAKANAN BERBAHAYA : Duh, Daging Busuk Masih Dijual di Pasar

Petugas pemeriksa makanan BBPOM DIY sedang menguji bahan pangan, hasil pengawasan di Kulonprogo, Selasa (13/6/2017). (Uli Febriarni/JIBI - Harian Jogja)
14 Juni 2017 18:55 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Sejumlah pedagang Pasar Kranggan, Kecamatan Galur diketahui masih ada yang menjual daging sapi busuk dan ikan asin berformalin

 
Harianjogja.com, KULONPROGO -Sejumlah pedagang Pasar Kranggan, Kecamatan Galur diketahui masih ada yang menjual daging sapi busuk dan ikan asin berformalin. Hal itu diketahui dari pengawasan oleh Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, di pasar tersebut, Rabu (14/6/2017).

Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kulonprogo, Qumarul Hadi menyebutkan, dalam pengawasan tersebut, jajarannya menjumpai ikan jenis teri nasi, sekitar dua ons dan ikan asin blebekan satu kilogram yang mengandung formalin di atas 100 cfu/ml.

Di pengawasan yang sama, Dinas Pertanian dan Pangan menemukan daging sapi yang sudah busuk dan tidak layak konsumsi sebanyak empat ons. Daging tersebut selanjutnya dibawa untuk dimusnahkan.

Qumarul menyatakan, para pedagang pasar yang menjual ikan asin berformalin, banyak yang tidak mengetahui lokasi produksi ikan asin yang mereka beli dari produsen. Terkait kondisi ini, Pemkab melakukan koordinasi tahun dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, utnuk  mengawasi pedagang yang jual ikan di Pasar Beringharjo.

Pengawasan selanjutnya dilakukan di Pasar Nyonyol, Kecamatan Sentolo. Di pasar ini, petugas tidak menemukan barang kadaluarsa maupun yang mengandung formalin.

Ia mengatakan, selama pengawasan digelar oleh Satpol PP, selama Ramadan 2017, banyak ditemukan makanan yang kadaluwarsa dan mengandung zat-zat yang berbahaya. Pengawasan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat agar produk yang mereka konsumsi bisa terjamin. Sehingga pihaknya mengimbau agar masyarakat bisa lebih berhati-hati, karena akan memberikan dampak buruk bagi tubuh orang mengonsumsinya.

"Kami meminta kepada calon konsumen untuk mengecek tanggal kadaluarsa sebelum membeli barang. Kemasan yang rusak juga perlu diperhatikan," kata dia.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Drajat Wibowo mengatakan, daging sapi busuk yang dijual di Pasar Kranggan, Galur adalah Daging sapi yang tidak laku, kemudian disimpan di pendingin dalam waktu lama. Dinas juga memberikan peringatan kepada pedagang, agar tidak lagi menjual daging busuk.