Targetkan 2.000 SR Baru, PDAM Sleman Prioritaskan MBR

05 Januari 2018 21:20 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

"Tujuannya agar masyarakat dapat menikmati air yang sehat dan sudah diolah"

Harianjogja.com, SLEMAN-Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) diprioritaskan dalam pemasangan air bersih PDAM tahun ini. Dari target 2.000 pelanggan baru, sebanyak 1.500 pelanggan merupakan kalangan MBR.

Direktur Utama PDAM Sleman Dwi Nurwata mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan 2.000 Sambungan Rumah (SR) baru di mana 1.500 SR baru berasal dari MBR. Mereka akan mendapatkan keringanan biaya dari normalnya Rp1 juta per SR menjadi Rp300.000 per SR. "Ini program prioritas kami tahun ini. Tujuannya agar masyarakat dapat menikmati air yang sehat dan sudah diolah," katanya, Kamis (4/1/2018).

Beberapa wilayah yang masuk dalam program tersebut terbagi dalam tiga lokasi. Untuk Sleman barat terdiri dari Kecamatan Minggir, Godean, Moyudan dan Gamping. Untuk Sleman tengah, wilayah Kecamatan Sleman dan Mlati, sedangkan Sleman timur untuk area Depok dan Kalasan.

Dengan penambahan 2.000 SR baru, dia menargetkan total jumlah pelanggan tahun ini mencapai 35.000 pelanggan. Untuk memenuhi kebutuhan air besih, PDAM Sleman akan menambah debit sebanyak 70 liter per detik. Penambahan debit air tersebut diperoleh salah satunya dengan melakukan optimalisasi saluran regional SPAM Kartamantul sebesar 50 liter per detik.

Selain itu, pihaknya juga akan memanfaatkan instalasi dan meningkatkan produksi di sumber air Pandoroharjo sebesar 20 liter per detik. Penambahan debit air meningkatkan jumlah produksi air besih di atas 420 liter perdetik. Dengan memaksimalkan potensi yang ada, kata Dwi, kebutuhan air bersih di Sleman tidak akan terganggu.

Dwi menargetkan, tahun ini tingkat kehilangan air turun 2% dari sebelumnya 28% menjadi 26%. "Gangguan lebih disebabkan masalah teknis seperti jaringan pipa terkena proyek," katanya.