DIY Perlu Tambah Negara Tujuan Ekspor

18 Februari 2018 00:20 WIB Holy Kartika Nurwigati Jogja Share :

Guna meningkatkan ekspor DIY, diperlukan strategi khusus

 

Harianjogja.com, JOGJA-Guna meningkatkan ekspor DIY, diperlukan strategi khusus baik untuk jangka pendek, menangah maupun jangka panjang. Untuk itu, DIY dinilai perlu menggali potensi-potensi ekspor dari pasar-pasar tradisional di sejumlah negara yang selama ini belum tergarap optimal.

Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=893313">Ekspor dari Jogja ke Meksiko Meningkat Pesat

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pembina Apindo DIY, Robby Kusumaharta seusai mengisi Forum Group Discusion (FGD) Optimalisasi Potensi Investasi untuk Mendukung Ekspor di tengah Momentum Perbaikan Ekonomi Global, Rabu (14/2/2018).

Robby mengatakan promosi investasi dan ekspor saat ini sangat penting dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Strategi yang diperlukan, kata dia, yakni perlu dihadapi secara head to head dengan negara-negara pesaing.

"Selain itu, perlu juga menghitung point to point, apa saja kelemahan dan kekurangan kita. Kuncinya bagaimana menghitung kapasitas kemampuan daya saing terhadap pesaing," ujar Robby.

Untuk mendorong ekspor DIY, kata Robby, perlu mencari potensi-potensi pasar yang lain. Pasar-pasar tradisional di berbagai negara yang selama ini belum dibidik masih memiliki ruang yang besar. Sehingga, pasar-pasar ini perlu dioptimalkan untuk bisa mendorong tumbuhnya ekspor DIY di masa yang akan datang.

Robby menambahkan dalam jangka pendek, pasar-pasar tradisional tersebut perlu didorong. Tidak hanya berkaitan dengan demand dan supply, tetapi juga dari sisi fasilitas transportasinya memadai.

"Seperti pasar Amerika, Eropa, Jepang dan negara-negara Arab, selama ini pasar tersebut sudah [digarap] bagus. Sedangkan pasar yang agak jauh, Afrika masih ada masalah pada logistiknya," imbuh Robby.

Pada 2019 nanti, lanjut Robby, keberadaan bandara baru di Kulonprogo akan sangat penting bagi DIY. Bandara ini akan dapat mengangkut barang-barang ekspor dari DIY dan sekitarnya. Pihaknya memperkirakan terdapat ruang yang luas untuk barang-barang yang dapat diekspor melalui bandara ini.

"Saya memperkirakan bisa 50-100 ton barang yang bisa diangkut. Selain di Jogja bisa membangun investasi-investasi baru, wilayah sekitarnya juga akan tumbuh [perekonomian]," jelas Robby.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DIY, Budi Hanoto menambahkan keberadaan bandara baru akan mendorong tumbuhnya investasi-investasi baru. Dia mengatakan banyak potensi investasi baru yang bisa digarap.

Budi mengungkapkan untuk menggalakkan ekspor, kurang lebih 80% menggunakan global value chain (GVC), seperti Multi Nasional Company.

"Memang itu salah satu cara, tetapi perlu juga diingat DIY punya potensi UMKM. Jadi bagaimana mengoptimalkan juga Local Value Chain [LCV] yang potensinya sangat besar ini di DIY," jelas Budi.