Lokasi Tambang Emas di Kalirejo Masuk Zona Rawan Longsor

01 Maret 2018 19:20 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) emas di Desa Kalirejo Kokap termasuk dalam kawasan zona rawan bencana, salah satunya longsor

Harianjogja.com, KULONPROGO-Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) emas di Desa Kalirejo Kokap yang izinnya baru saja turun beberapa waktu lalu, diketahui termasuk dalam kawasan zona rawan bencana, salah satunya longsor.

Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=343375">Desember, Tambang Emas Kokap Dilegalkan

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Suhardiyana menjelaskan bahwa Desa Kalirejo di Kecamatan Kokap masuk dalam wilayah rawan bencana.

Desa Kalirejo juga sudah masuk dalam kategori Desa Tangguh Bencana, yang dianggap sudah memiliki pandangan tertentu perihal teknik mitigasi bencana yang menyesuaikan dengan wilayah setempat.

"Tentunya juga, dengan turunnya WPR tersebut, pasti sudah memperhitungkan beragam hal terkait kondisi wilayah," kata dia, Rabu (28/2/2018).

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo Gusdi Hartono menegaskan, pada dasarnya sebagian besar wilayah Kulonprogo rawan bencana alam. Tidak terkecuali dengan lokasi pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Sementara itu, terkait dengan antisipasi bencana longsor di kawasan penambangan emas di Desa Kalirejo, akan dimasukkan ke dalam rumusan mitigasi bencana yang dibahas bersama oleh Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD).

Saat ini, memang BPBD belum diajak koordinasi membahas Desa Kalirejo sebagai titik WPR emas, imbuhnya. Meskipun demikian, BPBD akan diajak konsultasi pada pembahasan BKPRD rencana lokasi WPR emas Desa Kalirejo.

Karena BPBD masuk dalam tim BKPRD tersebut. Di dalam pembahasan tersebut, BPBD akan memberikan masukan tentang mitigasi bencana alam di WPR itu. Pihak-pihak yang melakukan aktivitas penambangan, harus mentaati masukan mitigasi bencana dari BPBD.

"Dengan mitigasi bencana yang baik, aktivitas penambangan tetap bisa dilakukan di daerah rawan longsor," paparnya.

Kepala Desa Kalirejo, Lana membenarkan bahwa Desa Kalirejo termasuk dalam kawasan rawan bencana, khususnya longsor. Namun ia meyakini, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo telah memikirkan dengan baik mengenai antisipasi dan mitigasi bencana di kawasan tersebut.