PEMILU 2019 : KPU Jogja Siapkan 1.429 Petugas Pantarlih

12 Maret 2018 20:55 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja akan menyiapkan 1.429 petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih)

Harianjogja.com, JOGJA -Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja akan menyiapkan 1.429 petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) untuk mencocokkan dan meneliti data pemilih di setiap tempat pemungutan suara (TPS).

"Pada 17 April nanti kami mulai pemutakhiran data pemilih," kata Ketua KPU Kota Jogja, Wawan Budianto, Minggu (11/3/2018).

Wawan mengatakan data pemilih yang akan digunakan sebagai dasar pemutakhiran adalah hasil sinkronisasi daftar potensial penduduk pemilih pemilu (DP4). Data tersebut nantinya akan disinkronisasikan dengan daftar pemilih tetap (DPT) pemilu terakhir.

Data tersebut juga akan dicocokkan oleh pantarlih di lapangan. Pihaknya belum bisa menentukan jumlah TPS untuk pemilu 2019 mendatang. Namun berdasarkan prediksi adanya penambahan pemilih, diperkirkan ada sekitar 1.429 TPS.

Jumlah TPS tersebut berdasarkan prediksi jika setiap TPS minimal 300 pemilih dan maksimal 500 pemilih. "Baru prediksi, belum dilakukan pemetaan jumlah TPS karena masih menunggu regulasi KPU pusat," ujar Wawan.

Berdasarkan data Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Jogja, beberapa waktu lalu, jumlah pemilih sebanyak 301.458 orang. Namun untuk pemilu 2019 bisa bertambah karena tidak hanya memilih anggota DPRD Kota Jogja, namun memilih anggota DPRD Provinsi, DPR RI, DPD RI, dan presiden.

Sementara itu, Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan mengatakan, KPU DIY juga rutin melakukan pemutakhiran berkelanjutan data pemilih setiap enam bulan sekali.

Data pemutakhiran yang digunakan adalah data pemilih saat pemilukada terakhir di kabupaten kota. Untuk Kota Jogja dan Kulonprogo menggunakan data pemilukada 2017. Sementara Sleman, Bantul Gunungkidul menggunakan data pemilukada 2015.

Menurut Hamdan, data pemilih hasil pemutakhiran berkelanjutan pada smester II 2017 diketahui jumlah pemilih di DIY sebanyak 2.710.192 orang, yang terdiri dari pemilih laki-laki 1.316.065 dan pemilih perempuan 1.394.127. "Adapun pemutakhiran pemilu 2019 baru akan dilakukan 17 April nanti," kata Hamdan.

Terkait potensi pemilih untuk pemilu 2019 yang bertambah, Hamdan mengaku akan mensosialisasikan sejak awal dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari pihak rumah sakit untuk pemilih di rumah sakit, Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM untuk pemilih di lembaga pemasyarakatan, hingga rektor dan mahasiswa untuk pemilih dari kalangan mahasiswa dan pelajar.

"Kami akan undang dalam diskusi dan menindaklanjuti kemudahan pemberian hak pilih," ujar Hamdan.