Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY menilai Pembangunan New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) perlu disikapi lebih lanjut dengan membangun embarkasi haji baru di wilayah DIY.
Harianjogja.com, JOGJA- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY menilai Pembangunan New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) perlu disikapi lebih lanjut dengan membangun embarkasi haji baru di wilayah DIY.
Kanwil Kemenag DIY menyebutkan ada tiga alternatif yang dimungkinkan untuk membangun embarkasi. Diantaranya adalah renovasi asrama transit Jogja.
"Tapi, untuk opsi ini butuh kajian mendalam, karena jalur transportasi di lokasi itu sudah sangat padat," kata Kepala Seksi Sistem Informasi Haji Kanwil Kemenag DIY Imam Khoiri, Rabu (21/3/2018), usai berdialog dengan Komisi D DPRD DIY.
Opsi kedua, katanya, membangun embarkasi baru di tanah seluas 8.000 meter persegi dengan desain vertikal. Untuk rencana ini juga perlu kajian mendalam karena lahan yang sempit. Adapun opsi terakhir adalah pengadaan tanah seluas lima hektare.
Kanwil Kemenag DIY berharap pengadaan tanah dapat dilakukan oleh pemerintah daerah, karena anggaran di Kementerian Agama yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tidak boleh dipergunakan untuk pengadaan tanah.
Jika tanah ini tersedia, maka dengan dana SBSN, Kementerian Agama akan menyiapkan anggaran pembangunan tahun 2020.
"Harus ada sinergi dengan Pemda [DIY]. Nah, sinerginya nanti bagaimana tentu nanti dari kunjungan DIY ke [Pemerintah] Pusat. kami harapkan ada titik temu, bagaimana nanti untuk pengadaan ke depan ini. Kami butuh tanah, tanahnya di mana, berapa luasnya, apa persyaratannya, semua itu nanti kan dibicarakan di sana," tambah Imam.
Anggota Komisi D DPRD DIY Hamam Mutaqin mengatakan, Pemerintah Pusat dengan gagahnya menargetkan NYIA beroperasi pada 2019. Karena itu pada tahun yang sama, pembangunan embarkasi juga sudah harus dipersiapkan, sehingga 2020 sudah bisa beroperasi.
Terkait dengan lahan, Hamam menyebut itu bukanlah masalah besar. "Tanah kosong masih banyak di Kulonprogo. Di tepi pantai, daerah pegunungan, perkotaan. Enggak ada problem. Tinggal ada kemauan kebijakan dari Pemda [DIY] saja. Lokasi embarkasi memang sebaiknya dekat dengan bandara," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Harga emas Pegadaian hari ini Kamis 21 Mei 2026 turun. Emas Antam jadi Rp2,862 juta, UBS Rp2,797 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Imigrasi Sulsel menemukan WNA asal Filipina dan Malaysia memakai KTP Indonesia untuk mengurus paspor RI di sejumlah daerah.
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 21 Mei 2026 melayani rute Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 serta konektivitas antarmoda.