Angkat Dinamika Anak Kampus, Film Dan Bandung Tayang Perdana di Jogja
Film Dan Bandung menggelar special screening di Jogja, mengangkat kehidupan mahasiswa, persahabatan, keluarga, dan dinamika perasaan.
Prof. Suhardjo, Pakar Kesehatan Mata Departemen Ilmu Kesehatan Mata FKKMK UGM/Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com,SLEMAN-Gangguan penglihatan yang mengarah kebutaan pada anak perlu mendapatkan perhatian serius. Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM secara khusus akan membahas terkait kebutaan anak dalam Annual Scientific Meeting(ASM), Jumat (6/3).
Pakar Kesehatan Mata Departemen Ilmu Kesehatan Mata FKKMK UGM Prof. Suhardjo menjelaskan kekurangan vitamin A dapat menyebabkan gangguan mata saat ini sudah jarang terjadi. Kelainan mata pada anak jenis lain yaitu mata malas atau ambyopia dan mata juling atau strabismus. Kelainan refraksi menempati urutan pertama pada penyakit mata di Indonesia dengan prevalensi 25% dari total populasi atau sekitar 55 juta jiwa dan 15% di antaranya diderita anak usia sekolah. "Penyebab lain kebutaan pada anak adalah tumor mata atau retinoblastoma dan glaukoma konginetal. Retinoblastoma pengobatannya dapat dilakukan dengan kemoterapi dan operasi," katanya dalam konferensi pers di Poli Mata RSUP Sardjito, Senin (2/3).
Salah satu ciri retinoblastoma adalah seperti mata kucing, pupil terlihat kuning dari awalnya kecil kemudian membesar. Hal itu bisa terjadi pada bayi sejak lahir, terutama pada riwayat keluarga tertentu. Seringkali berasal dari keluarga miskin karena adanya faktor kurangnya menjaga kesehatan. Namun belum ada penelitian khusus yang menyatakan tumor mata lebih sering menyerang keluarga miskin. Salah satu risiko biasanya juga diakibatkan keturunan.
"Tetapi berdasarkan pengalaman persentasenya memang lebih banyak dari keluarga tidak mampu. Kalau penelitian khusus belum ada," ujar pria yang juga dokter mata di RSUP Sardjito ini.
Suhardjo mengatakan orang tua perlu nemberikan perhatian serius ketika anak mengalami gangguan penglihatan. Pada anak berusia di bawah tiga tahun, gejalanya seperti mengucek mata dan berkedip karena kurang fokus dalam melihat objek, kemudian tidak merespons terhadap cahaya, mata merah, sering berair dan bola mata yang bergerak terus menerus. Sedangkan pada anak di atas tiga tahun, gejalanya, kesulitan membaca jarak jauh, mata juling hingga sering mengeluh sakit kepala.
"Pemeriksaan pada bayi bisa dilakukan dua pekan setelah kelahiran. Ketika orang tua menemukan adanya tanda-tanda tersebut pada anak, segera diperiksakan. Kesehatan mata pada anak harus menjadi perhatian karena anak adalah masa depan bangsa," katanya.
Ia menambahkan dalam ASM tersebut, para akademisi secara khusus akan membahas kebutaan dan low vision pada anak. Saat ini dibutuhkan penanganan menggunakan peralatan mutakhir. Dalam workshop peserta yang didominasi dokter serta perawat akan diperkenalkan alat bantu low vision yang dapat membantu penderita sehingga tidak bergantung pada pihak lain.
Panitia akan mendatangkan pemateri Eli Pradhan yang merupakan dokter spesialis mata Tilnganga Institute of Ophtalmology, Nepal. "Di Nepal dalam sehari pasien mata bisa mencapai 100 orang, sehingga dokter di Indonesia perlu mendapatkan pengalaman menangani pasien di Nepal," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Film Dan Bandung menggelar special screening di Jogja, mengangkat kehidupan mahasiswa, persahabatan, keluarga, dan dinamika perasaan.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.