Samsung Galaxy Z Fold8, Flip8, Ultra Resmi, Ini Harga dan Speknya
Samsung Galaxy Z Fold8, Flip8, dan Fold8 Ultra resmi hadir. Simak spesifikasi layar, kamera, chipset, serta harga terbarunya di Indonesia.
Maba USD mengikuti Insadha 2018 di Auditorium Driyarkara, Jumat (3/8/2018)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, SLEMAN-Sedikitnya seribu mahasiswa baru (maba) yang mendaftar di gelombang pertama mengikuti kegiatan Inisiasi Sanata Dharma (Insadha) 2018 di Auditorium Driyarkara Kampus II Universitas Sanata Dharma (USD) Jalan Affandi, Caturtunggal, Depok, Sleman, Jumat (3/8/2018).
Penanggungjawab Kegiatan Insadha USD Stefanus Sofyan Arisaputra menjelaskan, kegiatan itu diikuti sekitar seribu maba untuk gelombang pertama, selanjutnya kegiatan serupa masih ada dua gelombang lagi, yaitu gelombang kedua sebanyak 900 maba dan ketiga sekitar 800 maba. Kegiatan itu merupakan bentuk penyambutan bagi maba untuk diakui sebagai bagian dari keluarga USD. Para maba tersebut diberikan berbagai arahan dan tuntutan tentang kampus, tak terkecuali berkaitan dengan struktur organisasi dan pimpinan kampus.
"Setiap gelombang digelar selama dua hari, untuk gelombang satu hari pertama kemarin pengenalan Rektor, tema, jargon dan lainnya. Untuk pemateri setiap gelombang berbeda-beda," terangnya di sela-sela acara Jumat (3/8/2018).
Pada hari kedua, pihaknya menghadirkan pembicara dari eksternal untuk memberikan motivasi, kemudian disusul dengan dinamika kelas agar maba bisa saling berinteraksi. Maba tersebut diberikan beberapa tugas untuk membuat karya dengan harapan bisa terjadi interaksi antar mahasiswa dan dengan panitia yang dalam hal ini merupakan mahasiswa senior. Ia mengatakan, seluruh konsep acara yang disusun panitia sudah dikonsultasikan dengan pimpinan USD dan sepenuhnya dalam pengawasan. Adapun tema yang diangkat dalam Insadha 2018 yaitu Gembira Menggali Potensi, Bersinergi Menggapak Mimpi.
"Kami sengaja menghadirkan pembicara dari luar untuk memberikan semangat biar mereka tahu kondisi di luar seperti apa, termasuk memberikan bekal bagaimana cara menggali potensi, besinergi itu seperti apa," ucapnya.
Dua narasumber yang dihadirkan untuk mengisi Insadha 2018 gelombang pertama adalah Andri Riski Putra, pemuda kelahiran 1991 pendiri Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB) alumni Universitas Indonesia. Ia termasuk penentang produk ketidakjujuran, sejumlah pemikirannya banyak menginsiprasi kaum muda. Serta satu pemateri lagi Andreas Pasolympia, pemuda yang sempat divonis idiot dan cacat, tetapi dengan semangatnya untuk menemukan tujuan hidup, ia justru menjadi motivator, hipnoterapis dan konsultan komunikasi.
Dalam kesempatan itu Andri Rizki Putra juga menyinggung soal pentingnya memahami karakter orangtua agar upaya yang akan dilakoni tidak mendapatkan pertentangan dari orang tua. Ia tidak menampik, orang tua seringkali menyarankan kepada anak belajar sesuai keinginannya tanpa memperhatikan potensi anak yang sebenarnya.
"Bagaimana dari karakter itu bisa menentukan cara terbaik untuk menyampaikan sesuatu kepada orang tua. Selain itu ide atau keinginan kita, sebaiknya jangan langsung semua disampaikan [kepada orang tua] agar tidak mendapat pertentangan, tetapi secara perlahan karena karakter orang tua berbeda-beda," imbuh dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Samsung Galaxy Z Fold8, Flip8, dan Fold8 Ultra resmi hadir. Simak spesifikasi layar, kamera, chipset, serta harga terbarunya di Indonesia.
Maroon 5 akan konser di Jakarta pada 5 Februari 2027. Simak harga tiket, jadwal presale, dan cara pembelian tiketnya.
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.