Advertisement

Lestarikan Batik, Organisasi Dunia Puji Jogja

Rheisnayu Cyntara
Kamis, 04 Oktober 2018 - 05:50 WIB
Bhekti Suryani
Lestarikan Batik, Organisasi Dunia Puji Jogja Presiden dari World Craft Council-Asia Pacific Region (WCC - APR), Ghada Hijjawi (dua kanan) bersama Gubernur DIY, Sultan HB X (kanan), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhajir Efendi (dua kiri) melihat motif batik seusai seremonial pembukaan Jogja International Batik Binneale (JIBB) 2018 di Pagelaran Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Rabu (3/10/2018). JIBB berlangsung 2-6 Oktober 2018. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA- Presiden dari World Craft Council - Asia Pacific Region (WCC - APR), Dr. Ghada Hijjawi-Qaddumi mengapresiasi keseriusan Jogja untuk mempertahankan gelar Kota Batik Dunia yang disematkan sejak 2014 lalu. Hal itu ditunjukkan melalui penyelenggaraan acara akbar dua tahunan Jogja International Batik Biennale (JIBB) dan pertisipasi aktif dalam pameran berkala internasional lainnya.

Ghada mengatakan hanya Jogja yang punya usaha lebih untuk mempertahankan gelar empat tahunan ini. Yakni dengan mengadakan JIBB dan memasukkannya dalam kalender tahunan sebagai pengingat. Ghada menilai diadakannya JIBB juga merupakan indikasi masyarakat Jogja maupun pemerintahannya terus aktif melestarikan bahkan terus mengembangkan batik sebagai salah satu kerajinan yang telah mengakar dalam budaya bangsa sejak lama.

Advertisement

"This is a jenius decision," ungkapnya saat menyampaikan sambutan untuk membuka secara resmi gelaran JIBB 2018 di Pangelaran Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Rabu (3/10/2018).

Ghada menuturkan melalui gelaran JIBB 2018, seluruh pihak baik pengrajin batik, organisasi, pemerintahan sebagai pemangku kepentingan, bahkan seluruh masyarakat dapat terlibat dalam mengembangkan dan mempromosikan batik sebagai salah satu kebanggan nasional. Sekaligus mempromosikan Jogja sebagai Kota Batik Dunia.

Selain itu menurut Ghada, gelaran JIBB juga mencerminkan tingginya kemauan pemangku kepentingan terkait dan gambaran kebanggan seluruh masyarakat akan ditetapkannya batik sebagai warisan dunia. Ini menurutnya dapat menjadi model kebijakan yang bisa diterapkan oleh negara-negara lainnya.

"Apalagi batik kini sudah menjadi produk industri kreatif level dunia. Pemerintah Jogja juga telah menerapkan high level promotion dengan mengadakan JIBB atau bahkan berpartisipasi langsung dalam festival ataupun pameran kerajinan skala internasional," ucapnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhajir Efendi mengatakan batik merupakan elemen utama produk kerajinan yang masuk dalam aktivitas ekonomi prioritas yakni ekonomi kreatif.

Menurutnya kini pemerintah tengah menggalakkan empat aktivitas ekonomi sebagai prioritas yakni kelautan, pertanian produktif, pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan fokus tersebut, pihaknya berharap batik bisa menjadi salah satu andalan ekonomi kreatif bagi Indonesia di masa mendatang. Apalagi batik memenuhi seluruh standar produk ekraf yakni unik, ekslusif, dan tidak bisa direproduksi secara masal.

Namun demikian, Muhajir menekankan batik juga harus bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman, di samping mempertahankan keunikannya. Oleh sebab itu, pihaknya mendorong batik menjadi teknokraf.

Yakni kerajinan yang terus bisa berinovasi dengan unsur teknologi. "Komitmen tersebut kami wujudkan dengan melakukan revitalisasi sekolah-sekolah batik di Pekalongan. Baik bangunan maupun teknologi yang digunakan akan kami perbaharui. Apalagi kini batik yang lekat dengan konotasi tradisional makin diterima semua kalangan, bahkan generasi muda," imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan HB X menekankan selain sebagai bentuk apresiasi Jogja menjadi Kota Batik Dunia, hendaknya JIBB juga dijadikan kesempatan bagi para pemangku kepentingan untuk meninjau ulang gelar yang disematkan ini. Apakah Jogja masih layak dinobatkan sebagai Kota Batik Dunia atau tidak. Namun demikian pihaknya berharap melalui gelaran JIBB 2018, para pemangku kepentingan terkait bisa melihat kepedulian dan kecintaan masyarakat Jogja akan batik sebagai warisan budaya leluhur. "Saya harap setelah penilaian [gelar Kota Batik Dunia] tetap kerasan tinggal di Jogja," tuturnya.

Sri Sultan HB X menambahkan kini batik juga sudah menjadi bagian dari arus besar fesyen masa kini. Sebagai produk tradisi dan salah satu identitas bangsa, batik mampu beradaptasi lewat inovasi-inovasi sehingga bisa menerobos panggung fesyen dunia. Sehingga ia berharap melalui tema besar "Innovation for Sustainable Future" seluruh pihak bisa melakukan inovasi lanjut sehingga batik tetap bertahan hingga tahun-tahun ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

KPK Bidik LHKPN 2 Pejabat Pemilik Kripto Miliaran Rupiah

News
| Rabu, 24 April 2024, 01:17 WIB

Advertisement

alt

Rekomendasi Menyantap Lezatnya Sup Kacang Merah di Jogja

Wisata
| Sabtu, 20 April 2024, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement