SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Ilustrasi pasar tradisional/Bisnis-Felix Jody Kinarwan
Harianjogja.com, JOGJA- Pembayaran retribusi secara elektronik (e-retribusi) diterapkan di Pasar Demangan Jogja. Sebanyak 706 pedagang memanfaatkan pembayaran retribusi dengan cara tap ke mesin pembayaran.
Walikota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan penerapan e-retribusi tersebut dilakukan untuk mengimbangi revolusi industri yang berkembang cepat. Pemerintah Pusat meminta agar daerah juga mempercepat proses teknologi. “Salah satunya, kami terapkan dengan e-retribusi di pasar-pasar tradisional,” katanya usai menyerahkan secara simbolis Kartu e-Retribusi BTN kepada Pedagang Pasar Demangan di Balaikota Jogja, Selasa (9/10/2018).
Kartu tersebut selain berfungsi untuk membayar retribusi juga bertujuan agar kesadaran masyarakat memiliki nomor rekening terus meningkat. Hal ini seiring dengan langkah Jogja menuju Smart City. “Kami terus melakukan efesiensi, integrasi sistem Smart City terus disiapkan agar Jogja sebagai Smart City ini dapat memberi manfaat dan kemudahan layanan kepada masyarakat," katanya.
Hingga kini tercatat sumbangansih retribusi pasar-pasar tradisional sebesar Rp15,5 miliar atau sekitar 2,8% dari keseluruhan retribusi sebesar Rp551,5 miliar yang menjadi pendapatan asli daerah (PAD). Menurut Haryadi, selain efesien penerapan e-retribusi tersebut juga mampu meningkatkan intensifikasi dan ekstensifikasi retribusi dalam PAD. “Ke depan, semua proses pembayaran akan dilakukan secara elektronik untuk menggantikan metode pembayaran manual secara tunai,” katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jogja Maryustion Tonang menambahkan pembayaran retribusi secara elektronik di Pasar Demangan dilakukan dengna cara tap ke mesin pembayaran. Dinas akan terus meningkatkan antusiasme pedagang melakukan pembayaran retribusi secara elektronik. “Ini dilakukan secara bertahap sehingga semua pedagang dapat memanfaatkan metode pembayaran retribusi yang lebih cepat dan tentunya akuntabel,” katanya.
Penerapan penbayaran retribusi secara elektronik, lanjut Maryustion, membutuhkan strategi khusus karena mengubah kebiasaan pedagang yang biasanya membayar secara pasif karena ada petugas yang datang memungut retribusi, namun kini harus bersikap aktif membayar retribusi. “Jadi kami terbuka untuk bekerjasama dengan perbankan, karena ini bukan monopoli. Di Pasar Beringhajo kami bekerjasama dengan Bank BPD DIY,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Asah Kreativitas Anak Sejak Dini, Alfamart dan Johnson’s Gelar Lomba Mewarnai di Graha Bung Karno Klaten
Polres Wonosobo menggelar patroli skala besar pada malam libur untuk mengantisipasi balap liar dan berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.