Bank BPD DIY Kerjasama dengan PT PP untuk Pembangunan NYIA

Dirut Bank BPD DIY Santoso Rohmad (kiri sedang menulis) dan Dirut PT PP Lukman Hidayat (kanan sedang menulis) menandatangani kerjasama dengan disaksikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, di Gedhong Wilis Kompleks Kepatihan, Jumat (2/11/2018). - Harian Jogja/Sunartono
02 November 2018 23:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Bank BPD DIY melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan PT PP Kerjasama Operasional (KSO) di Gedong Wilis Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Jumat (2/11/2018).

Penandatanganan kerjasama yang disaksikan langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X itu dilakukan dalam rangka pembiayaan pembangunan infrastruktur bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo. Adapun PT PP KSO merupakan pelaksana proyek pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulonprogo.

Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad mengatakan melalui kerjasama itu pihaknya memberikan fasilitas layanan dan jasa perbankan untuk mendukung kelancaran pembangunan bandara NYIA. Dalam kerjasama itu pihaknya dipercaya oleh PT. PP untuk memegang kas nilai proyek sekitar Rp6 triliun.

Sebanyak 3% di antaranya pembukaan rekeningnya di BPD DIY terutama untuk kontraktor lokal dan belanja rutin. Selain itu, dalam kerjasama tersebut BPD DIY akan membiayai kontraktor lokal yang memegang subkontraktor.

"Sistem pembayaran di PP KSO itu kan pakai SKBDN [surat kredit berdokumen dalam negeri] tempo 90 hari, jadi kontraktor dia akan butuh modal kerja untuk melaksanakan proyek dan modal kerja selama 90 hari," terangnya seusai penandatangan di Kepatihan, Jumat (2/11/2018) sore.

Ia menambahkan melalui kerjasama itu proyek akan lebih berlangsung cepat, karena kinerja dari subkontraktor yang juga berjalan cepat. Sejumlah subkontraktor yang juga telah dibiayai BPD DIY antara lain, PT Pilar Ekatama, PT Penta Rekayasa dan PT Interdesign dengan kredit Rp65 miliar. Seluruh rekanan yang diberikan kredit oleh Bank BPD tersebut telah melalui seleksi di PT PP.

Proses penyelesaian pembayaran itu akan dilakukan dengan PT. PP menagih kepada PT Angkasa Pura, lalu membayarkan ke subkontraktor. Sehingga ketika subkontraktor memiliki pinjaman di BPD DIY maka pihaknya tinggal memotong.

"Karena April [2019] bandara sudah operasi, kami prediksi nilai pembiayaan nanti sekitar Rp300 miliar sampai Rp500 miliar. Inilah peran BPD sebagai bank pembangunan daerah ikut membiayai infrastruktur," katanya.

Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk Lukman Hidayat mengatakan kerjasama itu akan memudahkan vendor yang sudah dijamin PT PP untuk mendapatkan kredit dari Bank BPD DIY. Pihaknya mengandeng BPD DIY karena pihaknya tidak mungkin memberikan kredit kepada vendor sehingga harus melibatkan perbankan. "Ini sudah ada sekitar 70 rekanan yang bekerja, dan akan bertambah terus bisa sampai 100 rekanan," ujarnya.

Ia mengatakan pekerjaan pembangunan NYIA tahap pertama telah terselesaikan dengan nilai di atas Rp400 miliar. Tahap kedua senilai Rp6 triliun telah berjalan sekitar 5%, harapannya April 2019 runway telah selesai dibangun. "Kalau total 100% selesai April 2020 mendatang," ujarnya.