Karya Pelajar SMK Mulai Dilirik Investor

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji saat melihat stan inovasi karya siswa SMK dengan memanfaatkan arang tempurung kelapa untuk mengurangi gas karbondioksida pada knalpot sepeda motor, Rabu (21/11/2018). - Harian Jogja/Sunartono
21 November 2018 15:20 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah hasil karya pelajar SMK di DIY kini mulai dilirik oleh investor untuk dikembangkan agar bisa diproduksi secara massal.

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan Pemda DIY sepakat untuk memfasilitasi hasil karya pelajar SMK melalui unjuk karya. Karya yang dipamerkan dalam Klinik Sains SMK 2018 merupakan hasil seleksi dari ratusan karya pelajar SMK yang diajukan ke Disdikpora DIY.

Proses seleksi, kata dia, dilakukan dengan mempertimbangkan keaslian hingga manfaat produk bagi masyarakat. Adapun yang lolos berjumlah 50 karya terbaik merupakan saringan dari ratusan karya untuk diikutsertakan dalam Klinik Sains 2018.

Beberapa karya yang lolos banyak yang mengangkat soal pemanfaatan barang bekas hingga produk ramah lingkungan. "Tahun depan kami akan tingkatkan dengan menampung sekitar 100 karya, agar karya siswa SMK ini bisa disaksikan masyarakat umum. Karena terbukti melalui kegiatan ini mulai ada yang melirik karya SMK untuk dikembangkan mengarah ke produksi massal," kata dia di sela-sela pelaksanaan Klinik Sains SMK 2018, Rabu, (21/11).

Dia menegaskan beberapa karya orisinal siswa SMK di DIY sudah ada yang dilirik investor bahkan dibeli oleh suatu perusahaan. Karya itu antara lain penemuan suara garengpung yang bisa merangsang pertumbuhan buah kentang menjadi lebih cepat besar dibandingkan tanpa suara garengpung.

Garengpung sendiri merupakan salah satu jenis serangga yang dikenal bersuara nyaring dalam interval yang cukup lama. Pelajar SMK di DIY berhasil menciptakan suara yang frekuensinya sama dengan suara garengpung tersebut untuk mempercepat pertumbuhan kentang.

Selain itu karya lain yang juga diminati investor adalah cip jaring nelayan. Alat berbentuk cip ini dipasang pada jaring nelayan yang bisa terkoneksi dengan ponsel.

Alat itu bisa menginformasikan kepada nelayan melalui ponselnya ketika jaring sudah penuh ikan. Piranti tersebut tentunya sangat efektif bagi nelayan yang mencari ikan di laut sehingga tidak perlu bolak balik menengok jaring sudah terisi ikan atau belum.

Khusus pengembangan cip jaring nelayana ini dibantu oleh perusahaan komputer Intel. Baskara Aji memastikan kedua alat tersebut sudah dikembangkan oleh perusahaan untul diproduksi secara massal. "Itu dua contoh dari beberapa karya siswa SMK di DIY yang dilamar atau dibeli perusahaan untuk dikembangkan. Ini karya memang masih betul-betul baru dan akan diproduksi secara massal," katanya.

Siswa Kelas XI SMK Diponegoro Depok, Sleman, Ahmad Masghulin mengatakan ia membuat terobosan pengurangan gas karbondioksida pada pembakaran kendaraan bermotor utamanya roda dua. Karyanya dengan memanfaatkan arang tempurung kelapa sebagai biobriket dalam pembakaran di sepeda motor.

Caranya arang tempurung kelapa dimasukkan ke dalam ujung kepala atau paling belakang knalpot sepeda motor. Arang tersebut dapat menyaring dan mengurangi gas karbondioksida yang keluar dari knalpot.

"Kami sudah membuktikan dan ada pengurangan gas karbondioksida. Meskipun knalpot ini ujungnya diisi penuh atau bisa diisi selang seling karena di dalamnya kan ada bilik-bilik saringan kosong, tetapi gas tetap bisa keluar, arang tidak menutup keluarnya gas," ucapnya.

Ahmad pun berharap karya tersebut ke depan bisa dikembangkan melalui penelitian lanjutan. Sehingga dapat diterapkan penggunaannya pada sepeda motor. Selain milik Ahmad, masih ada puluhan karya inovasi beragam pelajar SMK di DIY yang dipamerkan dalam event tersebut.