BKPM Cabut Izin Tambang Emas Kristalin Ekalestari di Papua
BKPM mencabut IUP PT Kristalin Ekalestari di Papua setelah ditemukan pembukaan lahan tambang di kawasan hutan tanpa persetujuan kehutanan.
Kiri ke kanan, Humas Kita Agni, Nadine; Dosen Fisipol UGM, Pipin Jamson; Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Ninik Rahayu; dan Ketua Ombudsman Republik Indonesia perwakilan DIY, Budi Matahari; memberikan keterangan pers terkait kasus pemerkosaan di UGM di kantor ORI DIY, Sabtu (10/11/2018).
Harianjogja.com, SLEMAN—Dekan Fakultas Teknik (FT) UGM Nizam tidak ingin gegabah dengan tuntutan drop out terhadap HS, mahasiswa FT UGM yang diduga memperkosa mahasiswi Fisipol UGM saat KKN di Maluku pada 2017. Nizam mengaku kasihan mahasiswanya dipersekusi oleh publik dan tidak ingin menambah mempersekusinya.
Tuntutan drop out disuarakan berbagai kalangan, termasuk penyintas.
“Kami tentu tidak ingin mempersekusi seseorang karena asumsi kami sendiri. Buatlah kondisi sekondusif mungkin. Jangan menzalimi orang, baik sengaja maupun tidak sengaja,” kata Nizam, Kamis (22/11/2018). “Dari sisi kemanusiaan, tentu saja kami kasihan terhadap orang yang sedang dipersekusi publik,” kata Nizam.
HS, mahasiswa FT UGM yang diduga memperkosa teman KKN-nya, kata Nizam, saat ini masih menjalani pendampingan psikologis dari Fakultas Psikologi.
Saat ini Dekanat FT belum dimintai keterangan oleh kepolisian menyangkut kasus ini. “Mungkin saya juga akan dimintai keterangan, tetapi sampai sekarang belum ada pemanggilan,” ujar dia.
Nizam kemarin bertemu dengan tim dari Ombudsman Republik Indonesia (ORI) DIY yang menginvestigasi dugaan maladministrasi dalam dugaan pemerkosaan. Pertemuan yang dilakukan di ruang Dekanat Fakultas Teknik ini memakan waktu lebih dari dua jam.
Budhi Masthuri, Ketua ORI DIY, mengatakan sudah mengumpulkan semua dokumen yang dibutuhkan.
ORI akan bertemu dengan Rektor UGM apabila memang data yang terkumpul masih kurang. “Data yang sudah dikumpulkan ORI saat ini sudah 50 persen lebih,” ujar dia.
Adapun polisi telah meminta keterangan delapan orang untuk mengusut dugaan pemerkosaan terhadap mahasiswi Fisipol UGM saat KKN di Maluku pada 2017.
Direskrimum Polda DIY Kombes Pol. Hadi Utomo mengatakan delapan orang yang diperiksa meliputi korban, pelaku, dan saksi-saksi lainnya.
“Polda Maluku juga sudah meminta keterangan terhadap delapan orang tersebut, dan kami akan melakukan penyelidikan bersama-sama dengan Polda Maluku,” ucap Hadi, Kamis.
Dalam waktu dekat, katanya, Polda DIY dan Polda Maluku akan melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah kasus ini bisa ditingkatkan ke penyidikan atau cukup sampai di tingkat penyelidikan
Dugaan pemerkosaan dalam kegiatan akademik di UGM mencuat setelah Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung merilis tulisan berjudul Nalar Pincang UGM atas Kasus Perkosaan pada 5 November 2018 lalu. Tulisan ini menceritakan kronologi dugaan pemerkosaan yang menimpa mahasiswi Fisipol UGM dan respons kampus dalam mengatasi kasus ini.
Korban yang dalam laporan UGM diberi nama samaran Agni, disebut mendapat nilai KKN yang kurang bagus karena melibatkan pihak luar kampus dalam menyelesaikan persoalan ini.
Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Iva Ariani menjelaskan sebelum berita ini mengemuka, UGM sudah menginvestigasi dugaan pemerkosaan ini berdasarkan atas Surat Keputusan (SK) Rektor UGM Panut Mulyono. Tim bekerja mulai April-Juli 2018 dengan mendatangi lokasi dan meminta keterangan dari berbagai pihak. Tim investigasi kemudian menyodorkan beberapa rekomendasi atas persetujuan pelaku dan penyintas. “Rekomendasinya di antaranya adalah evaluasi nilai KKN, penjatuhan hukuman, dan mengikuti konseling psikologi,” kata dia, Selasa.
Salah satu rekomendasi adalah memperbaiki nilai KKN penyintas yang awalnya C karena terlibat kasus ini menjadi A atau B.
Atas kesepakatan bersama pelaku dan penyintas, pada awalnya UGM mengira permasalahan sudah selesai. Namun, persoalan ini kembali menjadi pembicaraan publik setelah keluarnya tulisan di situs balairungpress.com.
.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BKPM mencabut IUP PT Kristalin Ekalestari di Papua setelah ditemukan pembukaan lahan tambang di kawasan hutan tanpa persetujuan kehutanan.
Cek jadwal KSPN dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini pada 29 Oktober 2026, lengkap dengan tarif dan jadwal pulang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis, 29 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan dari pagi hingga malam untuk kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA 29 Oktober 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan Jogja–YIA dan sebaliknya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.