Advertisement

Dekan FT UGM Tak Ingin Menzalimi dan Mempersekusi Terduga Pemerkosa

Bernadheta Dian Saraswati, Yogi Anugrah
Jum'at, 23 November 2018 - 00:20 WIB
Nugroho Nurcahyo
Dekan FT UGM Tak Ingin Menzalimi dan Mempersekusi Terduga Pemerkosa Kiri ke kanan, Humas Kita Agni, Nadine; Dosen Fisipol UGM, Pipin Jamson; Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Ninik Rahayu; dan Ketua Ombudsman Republik Indonesia perwakilan DIY, Budi Matahari; memberikan keterangan pers terkait kasus pemerkosaan di UGM di kantor ORI DIY, Sabtu (10/11 - 2018).

Advertisement

 Harianjogja.com, SLEMAN—Dekan Fakultas Teknik (FT) UGM Nizam tidak ingin gegabah dengan tuntutan drop out terhadap HS, mahasiswa FT UGM yang diduga memperkosa mahasiswi Fisipol UGM saat KKN di Maluku pada 2017. Nizam mengaku kasihan mahasiswanya dipersekusi oleh publik dan tidak ingin menambah mempersekusinya.

Tuntutan drop out disuarakan berbagai kalangan, termasuk penyintas.

“Kami tentu tidak ingin mempersekusi seseorang karena asumsi kami sendiri. Buatlah kondisi sekondusif mungkin. Jangan menzalimi orang, baik sengaja maupun tidak sengaja,” kata Nizam, Kamis (22/11/2018). “Dari sisi kemanusiaan, tentu saja kami kasihan terhadap orang yang sedang dipersekusi publik,” kata Nizam.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

HS, mahasiswa FT UGM yang diduga memperkosa teman KKN-nya, kata Nizam, saat ini masih menjalani pendampingan psikologis dari Fakultas Psikologi.

Saat ini Dekanat FT belum dimintai keterangan oleh kepolisian menyangkut kasus ini. “Mungkin saya juga akan dimintai keterangan, tetapi sampai sekarang belum ada pemanggilan,” ujar dia.

Nizam kemarin bertemu dengan tim dari Ombudsman Republik Indonesia (ORI) DIY yang menginvestigasi dugaan maladministrasi dalam dugaan pemerkosaan. Pertemuan yang dilakukan di ruang Dekanat Fakultas Teknik ini memakan waktu lebih dari dua jam.

Budhi Masthuri, Ketua ORI DIY, mengatakan sudah mengumpulkan semua dokumen yang dibutuhkan.

ORI akan bertemu dengan Rektor UGM apabila memang data yang terkumpul masih kurang. “Data yang sudah dikumpulkan ORI saat ini sudah 50 persen lebih,” ujar dia.

Adapun polisi telah meminta keterangan delapan orang untuk mengusut dugaan pemerkosaan terhadap mahasiswi Fisipol UGM saat KKN di Maluku pada 2017.

Advertisement

Direskrimum Polda DIY Kombes Pol. Hadi Utomo mengatakan delapan orang yang diperiksa meliputi korban, pelaku, dan saksi-saksi lainnya.

“Polda Maluku juga sudah meminta keterangan terhadap delapan orang tersebut, dan kami akan melakukan penyelidikan bersama-sama dengan Polda Maluku,” ucap Hadi, Kamis.

Dalam waktu dekat, katanya, Polda DIY dan Polda Maluku akan melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah kasus ini bisa ditingkatkan ke penyidikan atau cukup sampai di tingkat penyelidikan

Advertisement

Dugaan pemerkosaan dalam kegiatan akademik di UGM mencuat setelah Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung merilis tulisan berjudul Nalar Pincang UGM atas Kasus Perkosaan pada 5 November 2018 lalu. Tulisan ini menceritakan kronologi dugaan pemerkosaan yang menimpa mahasiswi Fisipol UGM dan respons kampus dalam mengatasi kasus ini.

Korban yang dalam laporan UGM diberi nama samaran Agni, disebut mendapat nilai KKN yang kurang bagus karena melibatkan pihak luar kampus dalam menyelesaikan persoalan ini.

Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Iva Ariani menjelaskan sebelum berita ini mengemuka, UGM sudah menginvestigasi dugaan pemerkosaan ini berdasarkan atas Surat Keputusan (SK) Rektor UGM Panut Mulyono. Tim bekerja mulai April-Juli 2018 dengan mendatangi lokasi dan meminta keterangan dari berbagai pihak. Tim investigasi kemudian menyodorkan beberapa rekomendasi atas persetujuan pelaku dan penyintas. “Rekomendasinya di antaranya adalah evaluasi nilai KKN, penjatuhan hukuman, dan mengikuti konseling psikologi,” kata dia, Selasa.

Salah satu rekomendasi adalah memperbaiki nilai KKN penyintas yang awalnya C karena terlibat kasus ini menjadi A atau B.

Advertisement

Atas kesepakatan bersama pelaku dan penyintas, pada awalnya UGM mengira permasalahan sudah selesai. Namun, persoalan ini kembali menjadi pembicaraan publik setelah keluarnya tulisan di situs balairungpress.com.

.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Buron Tujuh Tahun, Pria Ini Tertangkap Saat Daftar Kerja di Kantor Polisi, Eh Gimana?

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 10:47 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement