Wajah Baru Jalan Suroto Siap Diresmikan

Wajah baru jalan Suroto, Jogja. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
29 November 2018 22:17 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Proyek pembangunan kawasan pedestrian di Jalan Suroto sedikit lagi selesai. Rencananya, kawasan pedestarian Jalan Suroto akan diresmikan awal 2019.

Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Jogja Umi Akhsanti mengatakan progres pembangunan kawasan pedestarian Suroto di Kotabaru tinggal 5% saja. "Untuk kemajuan pedestrian jalan Setapak capaiannya sudah 95 persen. Yang akan kami lakukan tinggal finishing dan perapian," jelasnya kepadaHarianjogja.com, Kamis (29/11/2018).

Dari pantauan Harianjogja.com, pengerjaan trotoar baik sisi Timur maupun Barat di sepanjang jalan tersebut sudah selesai. Hanya saja beberapa material masih berserakan di beberapa titik. Tidak hanya itu, terlihat sejumlah kursi juga terpasang di beberapa titik. Kursi-kursi tersebut dipasang di setiap penggalan trotoar. Salah satunya di depan Kantor Bulog DIY.

Kursi-kursi tersebut dipasang berjejer menghadap jalan. Ada pula yang dipasang secara berhadapan. Jumlah kursi yang disediakan cukup banyak namun desainnya berbeda dengan yang dipasang di Malioboro. Tiang listrik dengan desain unik juga sudah dipasang di sepanjang jalan tersebut. Tiang listrik berciri khas indies tersebut selain dipasang di sirip-sirip jalan Suroto juga dipasang di boulevard. "Untuk jumlah kursi total ada 40 buah, kalau tiang listrik yang dipasang ada 20 buah," kata Umi.

Adapun penataan boulevard di tengah jalan Suroto juga menunjukkan perbedaan dibandingkan sebelumnya. Arena taman tersebut sebelumnya dirombak total kemudian dibangun taman baru dengan desain yang baru pula. Pot tanaman di boulevard dibuat lebih kecil dan lebih pendek dibandingkan sebelumnya. Meski begitu, pepohonan di tengah taman tetap dipertahankan meskipun sedikit dipangkas.

"Bagian dalam boulevard tetap digunakan untuk pedestrian bahkan dibuat lebih lebar agar bisa nyaman saat berlalulalang. Sebelumnya pedestrian di taman itu sempit, agak susah untuk berjalan kaki,” ujarnya.

Ruang pejalan kaki bagian dalam taman menggunakan lantai teraso tak jauh berbeda dengan konsep trotoar di kanan dan kiri Jalan Suroto. Lantai teraso yang dipakai model pabrikan dan bukan model cor-coran, sehingga tinggal dipasang. “Kemungkinan akan diresmikan awal tahun 2019. Namun bisa saja berubah kalau ada pertimbangan lain. Seperti untuk menyambut liburan akhir tahun," katanya.

Disinggung soal lokasi parkir, Umi mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub). Dari hasil koordinasi diputuskan, warga bisa memarkir kendaraannya di sirip-sirip sepanjang jalan Suroto. "Selama ini, kendaraan banyak yang parkir di sirip-sirip jalan karena tidak diperkenankan untuk parkir di bahu jalan tersebut," jelasnya.

Sekadar diketahui, poyek revitalisasi kawasan pedestrian di Jalan Suroto Kotabaru resmi dimulai sejak Juni 2018. Proyek ini ditargetkan selesai pada 23 Desember mendatang.

Menurut Walikota Jogja Hariyadi, revitalisasi tersebut dilakukan untuk menegaskan kawasan cagar budaya Kotabaru tersebut sebagai garden city bergaya Indies. Pemkot menyulap Jalan Suroto sebagai kawasan pedestrian yang tidak kalah bagusnya dengan pedestrian di kawasan Malioboro.

"Kami berharap kawasan Kotabaru nantinya menjadi area publik yang nyaman. Masyarakat nanti bisa melakukan berbagai aktivitas di sini,” kata Haryadi.

Penataan yang dilakukan tidak hanya dengan merevitalisasi trotoar tetapi juga dengan berbagai fasilitas pendukung. Mulai dari kursi dan lampu berornamen indies hingga fasilitas penunjang lainnya seperi wifi. Menurut Hariyadi, sebuah kota disebut maju jika kawasan pedestrian yang ada memenuhi aspek keamanan, ketertiban dan kebersihan serta kenyamanan. Khususnya bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin menikmati ruang publik.

"Jadi kemajuan sebuah kota tidak ditandai dengan banyaknya kendaraan pribadi yang lewat di jalan raya, namun dilihat dari bagaimana masyarakat bisa nyaman ketika berjalan kaki di trotoar,” katanya.

Diakuinya, proyek tersebut didanai oleh Dana Keistimewaan sebesar Rp9,5 miliar. Dana tersebut di luar anggaran penataan taman di tengah jalan (boulevard) Danais sebesar Rp1,92 miliar. Pelaksanaan proyek tetap diminta memperhatikan kualitas dan detail pekerjaan.