Wayang Kulit Semalam Suntuk, Ada Pesan Damai dan Kepedulian untuk NTT
InJourney Destination Management menggelar wayang kulit semalam suntuk di Sleman dengan lakon Wahyu Katentreman. Pagelaran gratis dan libatkan UMKM lokal.
Seorang pemulung tengah memilah sampah di TPST Piyungan beberapa waktu lalu./Harian Jogja- Nur Uswatun Khasanah (M123)
Harianjogja.com, JOGJA- Pembuangan sampah dari Kota Jogja ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPSP) Piyungan, Bantul kembali terkendala setelah alat berat di lokasi tersebut rusak. Kerusakan alat berat terjadi pada Minggu (9/12/2018), namun dampaknya masih tersisa sampai sekarang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Suyana mengatakan meskipun truk pengangkut sampah tetap beroperasi namun mereka harus mengantre melakukan bongkar muat. Hal itu terjadi karena alat berat di lokasi mengalami kerusakan. Rusaknya alat berat di TPST Piyungan juga pernah terjadi pada pertengahan Agustus lalu.
Kondisi tersebut berdampak pada waktu yang dibutuhkan untuk membuang sampah bertambah lama. Selain itu, distribusi pembuangan sampah juga mengalami gangguan. “Kalau biasanya truk bisa pulang-pergi dalam waktu satu jam, sekarang membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali mengambil sampah. Ini dikarenakan mereka harus menunggu giliran,” katanya, Senin (10/12/2018).
Kondisi tersebut, lanjut Suyana, berpotensi menambah tumpukan sampah di sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS). Hal yang saja juga terjadi pada Agustus lalu di mana seluruh TPS di wilayah Jogja penuh dengan sampah bahkan seluruh truk juga dipenuhi sampah akibat alat berat di TPST Piyungan rusak.
Bila kondisi tersebut berlangsung hingga pergantian tahun, dikhawatirkan akan menimbulkan persoalan baru. Apalagi saat Jogja menghadapi musim liburan akhir tahun. "Oleh karena itu, kami mengimbau agar masyarakat dapat mengurangi semaksimal mungkin volume sampah yang dibuang ke TPS," pintanya.
Di wilayah Jogja, kata Suyana, terdapat sekitar 140 tempat pembuangan sementara dan 12 depo sampah. Petugas dari DLH biasanya mengangkut sampah dari TPS dan depo setiap pagi dan sore hari sebelum dikirim ke TPST Piyungan. Adapun rata-rata volume sampah yang dibuang ke TPST Piyungan sekitar 257 ton per hari.
“Kami mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Piyungan sekitar 17,4 persen saja. Hingga akhir tahun kami berharap pembuangan sampah bisa mencapai 18 persen atau sesuai target,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
InJourney Destination Management menggelar wayang kulit semalam suntuk di Sleman dengan lakon Wahyu Katentreman. Pagelaran gratis dan libatkan UMKM lokal.
Gempa M3,5 mengguncang selatan Bantul, Sabtu (5/9/2026) pagi. BMKG mencatat pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 14 km.
Pakar Turki menilai pipa minyak melalui Suriah sulit menggantikan Selat Hormuz karena biaya tinggi, keamanan, dan minimnya investor.
Harga emas Pegadaian hari ini, Sabtu 5 September 2026, mencakup Antam, UBS, dan Galeri 24 lengkap dengan harga buyback.
Kemlu memastikan dampak kabut asap karhutla lintas negara ditangani melalui kerja sama ASEAN dan koordinasi dengan negara tetangga.
Prabowo meminta penertiban kawasan hutan dilakukan tegas, profesional, transparan, dan akuntabel. Hasil penanganan diumumkan September 2026.