Advertisement
Dinpar Gunungkidul Pesimistis Capai Target Kunjungan Wisata Tahun Ini

Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Dinas Pariwisata Gunungkidul pesimistis target kunjungan wisata di tahun ini bisa terpenuhi. Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan, hingga Rabu (18/12/2018) wisatawan yang datang tercatat baru 2,8 juta orang. Padahal di 2018, pemkab menargetkan kunjungan sebanyak 3,5 juta pengunjung.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti mengaku sulit memenuhi target kunjungan wisata di tahun ini. Meski akhir tahun menyisakan libur natal dan tahun baru, namun diprediksi kunjungan tersebut tidak mampu menutupi kekurangan dari target yang ditentukan. “Target kita di tahun ini ada 3,5 juta pengunjung, tapi hingga sekarang [kemarin] baru tercapai 2,8 juta pengunjung,” kata Asti dalam jumpa pers di Joglo Segoro, Pantai Nglolang, Desa Kemasang, Tanjungsari, Rabu (18/12/2018).
Advertisement
Dia menjelaskan, kunjungan selama libur akhir menargetkan 344.000 pengunjung. Untuk itu, jumlah tersebut tidak mungkin menutupi kekurangan target kunjungan di 2018. “Kalau ditambah dengan kunjungan saat ini, maka belum juga memenuhi target. Meski sulit, tapi kami akan tetap terus berusaha,” ungkap mantan Sekretaris Dinas Pertanahan dan Tata Ruang ini.
Disinggung mengenai faktor yang menyebabkan target kunjungan tidak terpenuhi, Asti mengatakan ada dua sebab. Pertama, kunjungan berkurang karena faktor bencana alam badai cempaka di akhir 2017 lalu dan gelombang tinggi di pertengahan tahun ini.
Ia menuturkan, adanya dua fenomena alam ini sangat berpengaruh terhadap pemenuhan target pariwisata. Sebagai contoh, sambung Asti, pascabadai cempaka, kunungan wisata benar-benar sepi sehingga target triwulan pertama tidak memenuhi target. “Kondisi yang sama terjadi di pertengahan tahun, adanya gelombang tinggi membuat kunjungan berkurang sehingga berdampak pada total keseluruhan target kunjungan di 2018,” katanya.
Selain dampak dari bencana alam, sambung Asti, faktor ketiga yang mempengaruhi tingkat kunjungan karena adanya berita bohong tentang tsunami di pantai selatan. Kabar bohong ini secara tidak langsung berpengaruh sehingga pengunjung tidak datang ke obyek wisata di Gunungkidul. “Tidak tercapainya target kunjungan juga berpengaruh terhadap penerimaan PAD. Dari target Rp28 miliar, baru terealisasikan sebesar 80%,” imbuhnya.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Gunungkidul Edi Susilo berharap kepada Pemkab Gunungkidul untuk memaksimalkan potensi wisata yang dimiliki. Salah satu upaya dengan memberikan akses dan fasilitas yang baik kepada wisatawan. “Potensi yang ada harus dimaksimalkan sehingga tingkat kunjungan bisa bertambah,” katanya.
Selain itu, Edi berharap kepada pemkab agar pengelolaan retribusi bisa dipihakketigakan. Menurut dia, kebijakan ini dapat memaksimalkan dalam perolehan PAD. “Setidaknya pemkab bisa berhemat karena tidak ada anggaran untuk gaji petugas retribusi karena ditanggung oleh rekanan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Ekspor Batu Bara Indonesia Terendah Selama 3 tahun Terakhir, Ini Penyebabnya
Advertisement

Amerika Serikat Keluarkan Peringatan Perjalanan untuk Warganya ke Indonesia, Hati-Hati Terorisme dan Bencana Alam
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks Jogja-Kutoarjo Terbaru Hari Ini, Minggu 11 Mei 2025, Naik dari Stasiun Tugu hingga Kutoarjo
- Jadwal dan Lokasi SIM Keliling di Sleman Selama Mei 2025
- Jadwal KA Bandara Jogja Terbaru Hari Ini, Minggu 11 Mei 2025, Naik dari Stasiun Tugu Jogja hingga YIA
- Jadwal SIM Keliling di Bantul Selama Mei 2025, Cek Lokasinya di Sini
- Jadwal Bus DAMRI di Jogja Hari Ini, Minggu 11 Mei 2025, Cek Lokasi Keberangkatannya
Advertisement