Hiphop, Diplomasi yang Datang dari Jalanan
Program Next Level di Bantul menunjukkan jejak diplomasi hiphop sebagai medium ekspresi generasi muda dan dialog budaya lintas negara.
Ilustrasi khotbah./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia DIY turut hadir dalam Halaqah Nasional yang digelar oleh Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia di Hotel Mercure, Jakarta. Acara yang rencananya dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari Jumat (21/12/2018) hingga Minggu (23/12/2018) itu mengambil tema Meneguhkan Peran Khatib dalam Melestarikan Dakwah Rahmatan Lil Alamin.
Ketua MPW Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia DIY Ahmad Zuhdi Muhdlor mengatakan halaqah tersebut merupakan kali pertama yang digelar oleh Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia secara nasional. Oleh karena itu, dia mengatakan belum ada agenda khusus untuk membahas isu dan persoalan tertentu yang terjadi di daerah.
Meski begitu, dia tak menampik permasalah radikalisme, ujaran kebencian dan provokasi yang menjurus pada permusuhan serta kekerasan banyak terjadi, tak terkecuali di DIY. Oleh karena itu, melalui Halaqah Nasional, pihaknya bermaksud untuk meneguhkan kembali peran khatib sebagai pendakwah. “Jadi fungsi khatib itu kan mengajak umat untuk amar ma’ruf nahi mungkar [menjalankan kebaikan dan meninggalkan keburukan]. Sudah itu saja. Jangan lagi ada khatib yang memprovokasi umat untuk saling bermusuhan,” ucap dia kepada Harianjogja.com, Jumat.
Di DIY, diakui dia, masih banyak khatib yang menyampaikan materi kotbahnya secara provokatif. Banyak khatib yang cenderung menggunakan dalil-dalil agama untuk memancing umat agar saling memusuhi umat yang lain.
Oleh karena itulah melalui persamaan persepsi yang dilakukan oleh khatib-khatib seyang tergabung dalam Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia, kotbah provokatif bisa diminimalkan. “Setidaknya di DIY, kami mengimbau khatib-khatib menyampaikan kotbah dan dakwah yang menyejukkan,” ujar dia.
Wakil Sekretaris MPW Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia DIY, Beny Susanto mengatakan dakwah rahmatan lil\' alamiin sangat relevan dan antitesis atas fenomena dakwah khilafah, hoaks, fitnah dan kebencian yang terus tumbuh. Terlebih menjelang masa kampanye terbuka Pemilu 2019, diperkirakan suhu politik akan semakin memanas.
Oleh karena itu halaqah tersebut menurut dia sangat penting dalam menyumbangkan perspektif melalui kehadiran sejumlah tokoh seperti Masdar F Mas\'udi (NU), Abdul Mukti (Muhammadiyah) dan Nasarudin Umar (Imam Besar Masjid Istiqlal). “Islam nusantara dan berkemajuan menjadi benteng penting Indonesia yang semakin modern,” kata Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga, Gesikan itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul memastikan izin Gereja Misi Sejahtera akan diberikan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
Tambahan dana transfer ke daerah telah dihitung pemerintah dan kini menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kodim 0706/Temanggung menyalurkan 5.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Temanggung saat debit sumber air mulai menurun.
Indonesia All Stars siap menghadapi Aston Villa di SUGBK pada 1 Agustus 2026. Brandon Scheunemann masuk skuad bersama Ezra Walian, Zé Valente, dan Hokky Caraka.