Malam Tahun Baru, Jalur Pendakian ke Gunung Merapi Ditutup

Guguran lava pijar gunung Merapi terlihat dari Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (29/12/2018) dini hari. Berdasarkan data pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), pada Sabtu pukul 00.13 WIB terjadi guguran lava pijar Gunung Merapi dengan jarak luncur 400 meter ke arah hulu Kali Gendol. - Antara/Aloysius Jarot Nugroho
29 Desember 2018 19:50 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Menjelang pergantian tahun, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mengumumkan menutup jalur pendakian Taman Nasional Gunung Merapi via Sapuangin dan Selo.

Hal itu tertera dalam Surat Edaran Kepala Balai TNGM Nomor SE.04/BTNGM/TU/Ren/05/2018 tertanggal 22 Mei 2018 tentang penutupan obyek wisata di Kawasan TNGM.

Menurut Kepala Balai TNGM Ammy Nurwati, alasan penutupan ini setelah ada evaluasi data pemantauan instrumental dan visual yang dilakukan oleh Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kegunungapian dan Geologi (BPPTKG) per tanggal 14-20 Desember 2018, status aktivitas Gunung Merapi saat ini dalam tingkat Waspada.

"Berdasarkan hal tersebut, Balai TNGM tetap melakukan penutupan jalur pendakian dalam rangka pergantian tahun 2019," ujar Ammy dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/12/2018).

Dalam akun Twitter resmi Balai TNGM juga menyebutkan bahwa tidak diperkenankan untuk adanya kegiatan di kawasan Pasar Bubrah Merpai menjelang pergantian Tahun Baru 2019.

Sementara itu, berdasarkan hasil laporan aktivitas gunung merapi pada 21-27 Desember, BPPTKG menyimpulkan, kubah lava saat ini dalam kondisi stabil dengan laju pertumbuhan yang masih relatif rendah dan aktivitas vulkanis Gunung Merapi dalam tingkat aktivitas waspada.

"Radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas pendakian dan penduduk. Masyarakat yang tinggal di KRB III mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap Gunung Merapi," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan tertulis

Sehubungan dengan musim hujan, ia juga mengatakan agar masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai yang berhulu ke Gunung Merapi, untuk mewaspadai bahaya lahar.

"Jika terjadi aktivitas perubahan Gunung Merapi yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan ditinjau kembali," ucapnya.