Satu Dokter Keluarga di Gunungkidul Putus Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

Ilustrasi BPJS Kesehatan. - Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
07 Januari 2019 21:37 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Gunungkidul memastikan kontrak kerja sama dengan pelayanan kesehatan di Gunungkidul terus akan berjalan. Hanya satu dokter keluarga yang menarik diri untuk tidak kerjasama.

Kepala BPJS Kesehatan Gunungkidul, Syarifatun Karuniaekawati mengungkapkan telah dilakukan tanda tangan perpanjangan kontrak kerja sama yang dilakukan pada Rabu (2/1/2019) yang lalu.

Tercatat ada puluhan pelayanan kesehatan yang melakukan perpanjangan kerja sama, diantaranya lima Rumah Sakit, yaitu RSUD Wonosari, RS Nur Rohmah, lalu RS PKU Wonosari, RS Peita Husada dan RS Panti Rahayu, lalu ada juga 30 puskesmas, tiga dokter gigi, dokter keluarga 12 dan ada 15 klinik.

“Hanya ada satu dokter keluarga yang menarik diri untuk tidak bekerjasama dengan BPJS dengan alasan pribadi,” kata Syarifatun, Senin (7/1/2019).

Terkait pindah faskes menurutnya belum ada aturan yang berubah. Meski begitu ia mengungkapkan memang ada ketentuan dalam proses pindah faskes. “BPJS Kesehatan tidak pernah mempersulit permohonan pengajuan pindah faskes. Namun memang ada aturan salah satunya pemohon harus datang sendiri. Tidak boleh dimobilisasi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) RSUD Wonosari, Sumartana juga membenarkan kerja sama dengan BPJS Kesehatan masih berjalan lancar dan sudah ada kontrak. “Tidak ada masalah RSUD Wonosari masih melayani pasien BPJS sampai saat ini,” ujar Martono.

Dikatakannya untuk perbulan rata-rata dana klaim BPJS semua penyakit, untuk rawat inap sebesar Rp2,6 miliar/bulan dan untuk rawat jalan sebesar Rp1,6 miliar/ bulan.

Untuk masyarakat yang berobat sendiri dinilai merata dari wilayah kota maupun pinggiran. Rentang usia dinilai masih diusia lanjut atau tua, belum begitu terlihat tren kenaikan yang signifikan penderita penyakit dibawah umur 40 tahun.

Sebelumnya ia juga mengungkapkan sejumlah penyakit dinilai cukup banyak menguras dana BPJS, di RSUD Wonosari beberapa yang teratas dalam satu semester Januari sampai Juni 2018 yaitu penyakit hemodialisis atau cuci darah akibat kasus ginjal dan penyakit stroke.