Program Ekonomi Lokal Angkat Kopi Menoreh

Barista menyiapkan kopi di ajang Festival Ngopi di Bukit Menoreh di kawasan Puncak Suroloyo, Dusun Keceme, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Senin (31/12/2018) malam. - Harian Jogja/Desi Suryanto
17 Januari 2019 19:00 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Komoditas kopi menoreh masuk dalam program Pembangunan Ekonomi Lokal (PEL) guna mengembangkan kopi asli Kulonprogo. PEL bertujuan mendukung kegiatan agrowisata kopi yang berpadu dengan kegiatan budi daya, pengolahan dan pariwisata.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Bambang Tri Budi mengatakan program ini dikerjakan selama tiga tahun sejak 2018 hingga 2020 mendatang. Sumber dananya dari Bank Indonesia melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).

“Kegiatan awal sudah dimulai pada 2018 lalu berupa studi banding petani dan petugas ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao [Puslitkoka] di Jember, Jawa Timur, dan pelatihan budi daya kopi di Kelompok Tani Margo Mulyo Samigaluh,” ungkapnya, Kamis (17/1/2019).

Bantuan peralatan kebun dan pembangunan jaringan irigasi tanaman kopi turut terlaksana. Sementara untuk pendampingan teknologi pengolahan kopi dari Bank Indonesia telah membantu fasilitas dengan melibatkan LIPI Jogja, antara lain berupa peralatan pengolah kopi dan rumah atau bangunan tempat penjemuran kopi.

Bank Indonesia juga akan memberikan bantuan peralatan pengolah kopi yang rencananya senilai Rp175 juta yang berwujud alat pengupas kulit kopi, pengupas biji kopi, sortasi biji kopi, penepung kopi, penyangrai biji kopi dan mesin diesel untuk irigasi tanaman kopi. Ini dimaksudkan agar pengembangan produk aneka varian olahan kopi di kawasan menoreh bisa meningkat.

Bambang mengungkapkan pada tahun ini dan 2020 Bank Indonesa juga akan membantu beberapa bangunan fisik yang dibutuhkan untuk sarana prasarana. Di antaranya untuk pengolahan dan pemasaran kopi berupa bangunan rumah produksi kopi.

Ke depan, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Bappeda, Dinas Pariwisata, DPUPKP serta Dinas Perdagangan bisa mendukung pembangunan fisik yang dibutuhkan dalam mewujudkan program ini. “Seperti areal parkir, musala, mandi cuci kakus, pembuatan bangket serta gazebo, yang memang sangat diperlukan,” papar Bambang.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Widi Astuti menambahkan untuk mendukung agrowisata berbasis kopi di Dusun Madigondo, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, jawatannya tengah membuat desain detail dengan sumber dana penunjang dari dana APBD Perubahan 2018. Pada 2020 ditargetkan fasilitas fisik yang dibutuhkan untuk pengenmbangan tersebut segera dibangun.