Korban Kecelakaan Tambang Diduga Tak Perhatikan Aspek Keamanan

Petugas melakukan pengecekan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan di area penambangan, Rabu (23/1/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo.
23 Januari 2019 21:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Kecelakaan tambang yang terjadi di lereng merapi bukan pertama kalinya terjadi. Aspek keamanan seringkali tidak diperhatikan oleh para penambang di lokasi

Camat Cangkringan Sleman Mustadi, mengatakan korban merupakan satu kelompok yang terdiri dari lima orang yang berasal dari Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. "Mereka menambang dari pukul 06.30 WIB, karena kurang hati-hati dan tidak memperhatikan aspek aspek keselamatan lainnya sehingga terjadilah insiden tersebut yang menewaskan satu orang dan satu terluka yang sekarang posisinya di RS Bhayangkara dan tiga lainnya berada di Polsek Cangkringan untuk dimintai keterangannya," ujar Mustadi, Rabu (23/1/2019).

Mustadi mengatakan tambang manual yang berada di Dusun Balong Kaliwuluh, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman sebetulnya tidak memiliki izin. "Izin ke desa juga tidak pernah, dan pihak Desa juga pasti tidak memperbolehkan," katanya.

Mustadi juga mengatakan jika jawatannya sebenarnya sudah melaporkan tambang ilegal khususnya yang berada di wilayah Cangkringan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab Sleman). "Kami dengan jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan dan didukung oleh jajaran perangkat desa ke Pemkab Sleman, dan kami mengharapkan ada tindak lanjut dari pihak yang berwenang, karena kalau kita kembali ke regulasi memang tidak ada izinnya," katanya.

Pihaknya belum bisa berkomentar terkait kemungkinan lokasi tambang itu akan ditutup pasca memakan korban nyawa tersebut. Namun pihaknya akan melaporkannya ke Pemkab Sleman "Ini sudah sering kami laporkan," ujarnya.

Lokasi tambang itu merupakan milik pribadi. "Hampir semua tambang manual itu milik pribadi, jadi sistemnya bagi hasil," tutur Mustadi.

Kapolsek Cangkringan Sleman AKP Sutarman mengatakan kronologi kejadian laka tambang adalah penambang memulai aktivitas menambang pada pukul 06.30 WIB. "Kemudian pada pukul 10.30 terjadi laka tambang longsor pasir tambang, dalam kejadian tersebut ada lima penambang yang berasal dari Kabupaten Wonosobo, satu orang yang meninggal dunia itu karena ketika mau lari dia terhalang truk dan kemudian tertimpa material longsor pasir," kata Sutarman.