REVOLUSI INDUSTRI 4.0: Siswa SMK Dibekali Teknologi Agar Tak Kalah Saing

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji saat melihat stan inovasi karya siswa SMK dengan memanfaatkan arang tempurung kelapa untuk mengurangi gas karbondioksida pada knalpot sepeda motor, Rabu (21/11/2018). - Harian Jogja/Sunartono
29 Januari 2019 22:10 WIB Herlambang Jati Kusumo Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Menghadapi kemajuan teknologi dan memasuki era Revolusi Industri 4.0, Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) harus bebenah agar tidak kalah bersaing.

Wakil Ketua Dewan Pendidikan DIY Prof. Buchory mengungkapkan ada beberapa langkah yang perlu dilakukan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY dan sekolah kejuruan.

“Dinas dan sekolah harus meningkatkan kerja sama dengan dunia industri baik dalam proses penyusunan kurikukum maupun dalam praktik industri,” ucap Buchory, kepada Harian Jogja, Selasa (29/1/2019).

Menurut dia, agar siswa SMK mampu bersaing maka jurusan apa pun yang ada perlu diberi kemahiran dalam bahasa asing dan penguasaan informasi teknologi.
Guru besar Program Pascasarjana Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) tersebut mengungkapkan jika SMK di DIY sudah memenuhi standar nasional pendidikan dan terakreditasi A semestinya sudah mampu bersaing.

Dia mengungkapkan saat ini kendala pengembangan SMK di DIY antara lain para lulusan mengalami kendala budaya. “Para lulusan SMK DIY kebanyakan tidak bersedia menerima tawaran kerja di daerah lain. Mereka banyak yang mbok-mbokan atau enggak mau pisah dengan orang tua,” kata dia.

Buchory mengungkapkan agar siswa tetap tertarik masuk SMK bisa dilakukan dengan pemberian beasiswa, keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan kerja dan ketersediaan kerja. Dicontohkan, dalam menyambut New Yogyakarta International Airport (NYIA) akan banyak tenaga kerja yang dibutuhkan, dan SMK harus menyiapkan lulusan dengan keterampilan yang dibutuhkan industri.

Kepala Seksi SMK Bidang Pendidikan Menengah, Disdikpora DIY, Heru Santosa mengungkapkan kurikulum SMK mengacu pada perkembangan teknologi terkini. “Kami berusaha mengikuti tuntutan dunia industri, biasanya per sekolah punya mitra industry masing-masing,” ucap Heru.