Jumlah Kuota Transmigran Bantul Tahun Ini Bekrurang

Ilustrasi rumah di lokasi transmigrasi - dok
31 Januari 2019 15:20 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Jumlah keluarga transmigran yang diberangkatkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tahun ini berkurang. Jika sebelumnya ada 30 keluarga yang diberangkatkan, untuk tahun ini hanya ada 20 keluarga yang diberangkatkan oleh Pemkab Bantul.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kerja, dan Transmigrasi, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul, Istirul Widilastuti mengatakan kuota transmiran dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) untuk DIY tahun ini hanya 73 KK. Jumlah itu juga menurun dibanding 2018 lalu yang mencapai 90 KK. Adanya penurangan kuota tersebut berimbas ke kuota transmigran di Bantul. "Memang jatah dari pemerintah pusatnya dikurangi. Untuk Bantul tahun ini hanya 20 KK," kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kerja, dan Transmigrasi, Disnakertrans Bantul, Istirul Widilastuti kepada Harianjogja.com, Kamis. (31/1).

Ke-20 keluarga itu rencananya mulai diberangkatkan pada Agustus mendatang ke beberapa wilayah, di antaranya 10 keluarga ke Kabupaten Bulunan, Kalimantan Utara. Sementara 10 KK lainnya tersebar di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara; Konawe, Sulawesi Tenggara; Mamuju, Sulawesi Barat; Simalungun, Sumatera Utara; dan Nangroe Aceh Darussalam.

Selama tiga bulan ke depan, Disnakertrans Bantul akan menyeleksi calon transmigran. "Total sudah ada 49 calon transmigran yang mendaftar sampai awal Januari. Jumlah pendaftar akan bertambah," kata Istirul.

Sebagian dari jumlah pendaftar adalah yang masuk daftar tungu tahun lalu yang belum diberangkatkan. Namun demikian meski masuk dalam daftar tunggu mereka harus mengikuti proses seleksi dari tes kesehatan hingga pelatihan yang akan digelar pada Juni-Juli mendatang. Calon transmigran yang diutamakan adalah yang memiliki minat kuat untuk menikuti transmirasi dan memiliki keahlian dalam bidang pertanian dan perkebunan.

Dia berharap nantinya transmigran tidak kembali ke daerah asal, melainkan mengembangkan daerah tujuan transmigran. Sejauh ini Istirul mengklaim banyak transmigran dari Bantul yang sukses di berbagai wilayah tujuan transmigrasi. “Mereka bisa menjadi contoh untuk calon transmigran,” ujar dia, Kamis.

Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Sigit Nursyam Riyanto mengatakan berapapun jumlah kuota transmiran untuk Bantul selama ini selalu terpenuhi. Dalam artian tidak ada kuota yang terbuang sehingga harapannya kuota transmigran terus bertambah.

Dalam beberapa kali rapat bersama Disnakertrans Bantul, soal transmigrasi menjadi salah satu prioritas pembahasan. Bahkan tahun ini pihaknya mengusulkan agar ada penjajakan terlebih dahulu di lokasi transmigran sebelum calon transmiran di berangkatkan ke lokasi tujuan.

"Karena apa? Pernah ada kejadian transmigran yang pulang lagi karena janji fasilitas tidak terpenuhi. Misalnya luasan lahan yang tidak sesuai. Makanya perlu dipastikan terlebih dahulu," kata Sigit.

Lebih lanjut Istirul mengatakan hak-hak transmiran yang akan diberangkatkan tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Mereka mendapatkan tempat tinggal, lahan, dan uang saku saat keberangkatan.