Jalur Cinomati Akan Dilebarkan Jadi 7 Meter, Pemerintah Butuh Rp65 Miliar

Sejumlah warga membantu mendorong mobil yang mogok karena tak kuat menanjak di jalur Cinomati, Pleret, Bantul, Sabtu (29/12/2018) - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
07 Februari 2019 17:03 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyiapkan Rp65 miliar untuk memperlebar jalur Pleret-Dlingo. Jalur yang sering disebut Cinomati ini adalah salah satu jalan paling menantang di DIY karena tanjakannya cukup curam.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis mengatakan jalur Cinomati akan dilebarkan secara bertahap mulai tahun ini. Anggaran sebesar Rp65 miliar sebagian akan dipakai untuk membebaskan sekitar 42.267 meter persegi lahan di kiri dan kanan jalan.

Sebagian lainnya untuk konstruksi jalan. Ada tiga ruas jalan yang dilebarkan di jalur tersebut, yakni ruas Bawuran-Wonoleleo sepanjang 1.775 meter, Piyungan-Wonolelo sepanjang 1.225 meter dan ruas Terong-Wonolelo sepanjang 2.659 meter.

“Kami targetkan pelebaran jalur Cinomati ini selesai dalam waktu tiga tahun yang dimulai tahun ini. Tahun ini kami anggarkan Rp4 miliar untuk perencanaan dan penyusunan dokumen serta pembebasan lahan,” kata Helmi seusai mengikuti rapat koordinasi dengan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Bantul terkait dengan rencana pelebaran jalur Cinomati di ruang Bupati Bantul, Rabu (6/1/2019).

Rencananya jalur Cinomati dilebarkan menjadi tujuh meter. Saat ini lebar jalan jalur tersebut saat ini sekitar empat meter. Menurut Helmi jalur Cinomati penting untuk dilebarkan sekaligus diperbaiki karena jalur tersebut mulai ramai dilalui wisatawan yang akan berkunjung ke sejumlah objek wisata di Kecamatan Dlingo.

Selain ramai dilalui wisatawan, ia meyakini pelebaran jalur tersebut bakal membawa dampak peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Mantan Asisten Bidang Pemerintahan Pemkab Bantul ini menginginkan percepatan pelebaran jalur Cinomati, namun karena anggaran terbatas sehingga hanya bisa dilakukan secara bertahap.

Namun demikian, Pemkab tengah mengupayakan ada pos anggaran lain untuk pelebaran jalur tersebut. “Karena ini butuh anggaran besar. Kami juga akan memohon kepada Pemda DIY untuk bareng-bareng membiayai kegiatan ini,” kata Helmi.

“Tetapi kami belum berkomunikasi dengan Pemda DIY, tetapi ke depan tentu akan ada komunikasi.”

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Eko Budi Santoso, mengatakan saat ini jajarannya masih mengkaji kebutuhan lahan yang akan dibebaskan. Menurut dia lahan yang perlu dibebaskan di sepanjang jalur dari Piyungan sampai dimiliki warga, maupun berstatis Sultan Grond (SG) dan tanah kas desa.

Jalur Cinomati sejauh ini mulai ramai dilalui wisatawan terutama saat liburan. Jalur tersebut menjadi jalur alternatif terdekat menuju objek wisata di wilayah Dlingo dan sekitarnya. Namun kondisi jalan yang sempit dan banyak tanjakan curam sangat membahayakan pengguna jalan, terutama bagi pengendara yang baru pertama kali melewati jalur tersebut.

Terbukti hampir tiap liburan panjang banyak kendaraan yang tidak kuat menanjak di Cinomati. Tiap liburan panjang, polisi dan sejumlah sukarelawan dikerahkan untuk menjaga jalur tersebut dan membantu mengevakuasi kendaraan yang tidak kuat menanjak. Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan menyambut baik rencana pelebaran jalur Cinomati,

“Saya sangat setuju. Saya sangat mendukung kebijakan Bupati ini,” ujar Sahat, Rabu.