Bangun Jalan Tol Perlu Perhatikan 3P, Apa itu?

Ilustrasi jalan tol. - JIBI/M. Ferri Setiawan
08 Februari 2019 11:17 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Dalam pembangunan infrastruktur seperti jalan tol Jogja-Solo yang sedang direncanakan pemerintah saat ini, perlu dilihat dan dikaji adanya tiga spesifikasi penting. Antara lain people (orang), planet (keuntungan), dan profit (keuntungan).

Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada (UGM), Arif Wismadi menjelaskan people mengkaji perihal aspek sosial dan budaya termasuk keberadaan cagar budaya. Termasuk pembangunan jalan tol jangan sampai merugikan masyarakat.

Sedangkan planet, diharapkan pembangunan tidak menyebabkan degradasi lingkungan karena pemilihan yang salah.

Sementara untuk profit, lebih bersinggungan dengan aspek ekonomi. Jalan memiliki fungsi untuk meningkatkan ekonomi dan berdampak pada pemerataan dan kesejahteraan. Jangan sampai ruas tol baru justru memunculkan kondisi sebaliknya.

Disinggung perihal keinginan Gubernur DIY yang menyarankan sebisa mungkin tol menghindari situs dan cagar budaya Candi Prambanan, menurutnya agak sulit bagi proyek dalam menentukan titik persis trase jalan. Hal itu disebabkan di sepanjang jalan Jogja-Prambanan kemungkinan terdapat banyak situs yang keberadaannya menyebar.

Sedangkan jika dibangun melayang, dilihat dari segi keuntungan investasi, tol bisa dibangun langsung lurus dari Solo. Hanya saja, tentu ada banyak
pertimbangan lain yang tetap harus dipikirkan dan tidak bisa mempertimbangkan hanya satu segmen atau spesifikasi saja.

"Yang agak sulit, tidak semata tidak menyentuh situsnya. Teman-teman di heritage [berkecimpung di bidang heritage] perlu melihat, apakah
keberadaan jalan akan mengurangi kesakralan heritage baru yang mungkin akan terungkap setelah tol terbangun," kata dia, Kamis (7/2/2019).

Ia menyatakan, semua kemungkinan alternatif rute harus dikaji serta dilihat positif dan negatifnya. Selain itu, bila memang menghindari
area situs cagar budaya sudah menjadi sebuah kebijakan dan bukan wacana, maka persoalan yang dihadapi bukan lagi susah atau tidaknya mencari
rute alternatif, melainkan harus ada inovasi agar pembangunan terlaksana.

Namun, bila pembangunan tol yang menghindari cagar budaya baru menjadi gagasan, maka pemerintah harus berkoordinasi dengan segenap stakeholder agar mendapatkan masukan. "Tidak ada jaminan tentang aman tidaknya trase tol aman dari cagar budaya, selama belum ada kajian rinci tentang trase yang akan dilewati," ucapnya.

Arif menegaskan, dilihat dari tiga spesifikasi tadi, masih belum ditemukan titik rute yang tepat untuk dibangunnya rute tol. Dari alternatif yang sudah diindikasikan pun, harus ditentukan asessment dengan data yang harus lengkap.