Advertisement
BUMDes Sentolo Garap Wahana Wisata di Bantaran Sungai Progo
Warga sedang bermain-main di sekitaran Watu Bulus, Dusun Siwalan, Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo pada Jumat (15/2/2019). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan.
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO--Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo berupaya mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar tidak hanya berupa usaha simpan pinjam saja. Sebuah wahana wisata digarap di bantaran Kali Progo guna memaksimalkan kerja BUMDes.
Wahana wisata Watu Bulus dibangun di Dusun Siwalan, Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo. Lokasinya persis di bantaran Kali Progo berseberangan dengan Desa Argodadi, Bantul.
Advertisement
"Saat ini kami masih proses penggarapan [Wisata Watu Bulus]," kata Kepala Desa Sentolo, Teguh pada Harian Jogja, Jumat (15/2/2019). Sudah dari tahun lalu warga menggarap wahana wisata tersebut. Ia mengatakan, mulai dari penggarapan sampai rencana pengelolaan akan dilakukan oleh BUMDes Sentolo. Ia mengaku ingin memaksimalkan kerja BUMDes, agar tidak hanya bergerak di bidang usaha simpan pinjam saja.
Pemerintah Desa Sentolo melakukan studi banding ke beberapa lokasi wisata yang juga digarap menggunakan BUMDes. "Kami pernah ke Desa Ponggok, Klaten yang BUMDes nya sangat baik digunakan wisata, kita juga pernah ke Desa Karangrejek, Gunung Kidul," katanya.
BACA JUGA
Wisata Watu Bulus memanfaatkan Tebing Kali Progo yang membatasi antara Desa Sentolo dan Desa Argodadi, Bantul. Taman di bantaran sungai dibangun meskipun belum rampung total. Selain itu ada juga perahu mini yang bisa digunakan untuk memancing. Pihak Pemerintah Desa Sentolo bekerja sama dengan Desa Argodadi untuk pengadaan penyeberangan menggunakan perahu tradisional.
Teguh mengatakan, di tahun ini rencananya Watu Bulus akan dilengkapi dengan kolam renang di pinggir sungai. "Semua kan ujung-ujungnya BUMDes itu untuk mensejahterakan masyarakat," jelasnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMD Dalduk dan KB) Kulon Progo, Sudarmanto mengatakan jawatannya mendorong pihak desa agar tidak hanya mengembangkan BUMDesnya untuk sektor simpan pinjam saja, tapi bisa juga mengembangkan BUMDes melalui sektor riil. "Saat ini yang ada hanya 20 BUMDes saja dari 87 BUMDes di Kulonprogo yang sudah menggarap sektor riil," katanya.
Ia mengatakan pihak desa bisa mengembangkan BUMDesnya ke sektor riil seperti usaha fotokopian, penyediaan fasilitas olah raga, sampai wahana wisata. "Sekarang juga kita dorong ketika ada potensi wisata, BUMDes bisa memanfaatkannya untuk dikembangkan," ujar Sudarmanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement








