Operasional Tanjung Adikarta Butuh Keseriusan Pemerintah

Kondisi kerusakan dermaga bagian selatan di Pelabuhan Tanjung Adikarta, Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, Kamis (21/2/2019).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
22 Februari 2019 10:00 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kulonprogo mendesak pemerintah kabupaten maupun provinsi segera turun tangan mengatasi Pelabuhan Tanjung Adikarta di Desa Karangwuni, Kecamatan Wates yang mangkrak.

Sejumlah prasarana seperti dermaga dan bangunan penunjang pelabuhan bahkan sampai rusak. Pemerintah Kabupaten Kulonprogo dan Pemda DIY harus segera turun tangan agar kerusakan tidak semakin parah.

“Kalau tidak segera ada eksekusi atau tindak lanjut konkret dari DIY ataupun Kulonprogo, ya akan semakin rusak fasilitasnya. Rencana Pemerintah Pusat untuk mempunyai pelabuhan Adikarta kemudian hanya akan menjadi impian saja,” kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kulonprogo, Akhid Nuryati, saat meninjau Pelabuhan Tanjung Adikarta, Kamis (21/2/2019).

Dia mengatakan pembangunan pelabuhan ini telah memakan dana yang tidak sedikit, yakni sebesar Rp450 miliar. Dengan besarnya anggaran tersebut, sangat disayangkan jika pelabuhan ini mangkrak apalagi sampai mengalami kerusakan.

Kerusakan infrastruktur pelabuhan yang paling jelas terlihat berada di bagian dermaga sebelah selatan. Bangunan yang difungsikan untuk bongkar muat barang dari kapal itu ambrol. Menurut Akhid, kondisi ini membahayakan bagi para pengunjung, mengingat tempat ini juga dijadikan sebagai lokasi wisata.

Pemerintah Kulonprogo dan DIY perlu segera menjalin koordinasi untuk menemukan solusi atas permasalahan itu. “Sempat ada wacana yang disampaikan ke Dewan, pada tahun ini provinsi akan mengalokasikan anggaran untuk pelabuhan ini. Mesti segera direalisasikan,” ujar Akhid.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo Sudarna menolak apabila pelabuhan itu dikatakan mangkrak. Dia beralasan secara keseluruhan apa yang dibutuhkan di pelabuhan tersebut belum selesai dibangun.

“Artinya bukan mangkrak tetapi ada bagian-bagian yang harus segera diselesaikan agar pelabuhan dapat segera dioperasikan,” ucapnya. Saat ini, bangunan yang sangat mendesak diselesaikan adalah pemecah ombak sebelah timur dan pengerukan pasir di alur masuk kapal.