Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Kondisi Pasar Teteg di sebelah barat Stasiun Wates, Kecamatan Wates, Kulonprogo, Selasa (5/3/2019). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara.
Harianjogja.com,KULONPROGO --Relokasi pedagang di pasar swasta yang berada di barat stasiun Wates, Kecamatan Wates bakal dilangsungkan pertengahan tahun ini. Bangunan pasar yang oleh warga sekitar disebut Pasar Teteg itu akan diratakan untuk kemudian dialihfungsikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Kepala Bidang Pengelola Pasar Daerah, Dinas Perdagangan (Disdag) Kulonprogo, Slamet Riyadi mengatakan proses relokasi pedagang Pasar Teteg kemungkinan dilangsungkan antara Mei hingga Juni seiring penyelesaian pembangunan pasar baru. Pasar baru tersebut berlokasi di barat Pasar Teteg dengan jarak sekitar satu kilometer.
"Sekarang sudah tahap pembangunan, kemungkinan Mei atau Juni sudah selesai dan bisa relokasi, ini juga karena permintaan pedagang," kata Slamet, Selasa (5/3/2019).
Adapun untuk relokasi akan menyasar seluruh pedagang yang berjumlah 70 orang dengan rincian 20 pedagang di kios dan 50 yang menempati los. Setelah direlokasi, lahan di pasar tersebut bakal digunakan sebagai RTH. Saat ini proses yang masih dilakukan Pemkab Kulonprogo ialah melakukan pembebasan lahan.
"Karena itu pasar milik perorangan, maka harus kami beli dulu, tapi ini yang ngurus Dinas PU [DPUPKP Kulonprogo], nanti setelah pedagang pindah ke pasar baru yang mengelola tetap pihak swasta bukan kami," ujarnya.
Sejak pertama kali berdiri, Pasar Teteg merupakan milik perorangan yakni seorang pengusaha asli Kulonprogo. Berawal dari satu dua pedagang, kemudian berkembang hingga seperti sekarang. Belum diketahui pasti, kapan pasar tersebut mulai beroperasi.
Menurut penuturan salah satu pedagang di Pasar Teteg, Suparman, pasar tersebut mulai beroperasi sekitar dua dekade silam. "Kurang lebihnya segitu, tapi saya kurang tahu pasti apakah sebelumnya juga sudah beroperasi atau belum," kata penjual bubur ini.
Menyoal relokasi, Suparman mengatakan dari informasi yang tersebar antar sesama pedagang, proses pemindahan tersebut kemungkinan besar dilangsungkan setelah Idul Fitri tahun 2019 ini. Dia berharap kepindahan ini tetap membuat dagangannya laku. "Ya semoga aja tetep laku, karena di sini sudah ada pelanggan sendiri, kalau dipindah kan harus mengulang dari awal," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.
Persija Jakarta menang 3-1 atas Persik Kediri di Stadion Brawijaya lewat dua gol Gustavo Almeida pada pekan ke-33 Super League.