Advertisement
Antisipasi Caleg Depresi, Poli Jiwa RSUD Wonosari Siap Berikan Layanan Ekstra
Ilustrasi depresi. - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Poliklinik (Poli) Jiwa RSUD Wonosari siap memberikan layanan ekstra untuk melayani calon anggota legislatif yang gagal terpilih pasca pencoblosan pada 17 April 2019. Seiring adanya kompetisi untuk menjadi wakil rakyat, maka potensi caleg mengalami depresi setelah pemilihan semakin tinggi.
Psikiater RSUD Wonosari, Ida Rochmawati, mengatakan potensi depresi tidak hanya dialami oleh caleg, tetapi lazim dialami semua orang. Namun demikian di dalam kontestasi pemilu, potensi caleg untuk depresi semakin tinggi lantaran para caleg niat maju dengan harapan bisa terpilih menjadi wakil rakyat. Namun pada prosesnya tidak semua calon bisa terpilih karena kuota kursi Dewan sangat terbatas. “Ada harapan dari para calon yang maju ingin terpilih, tapi tidak mungkin semua terpilih. Maka, potensi caleg yang tak terpilih mengalami depresi sangat tinggi,” kata Ida kepada wartawan, Rabu (13/3/2019).
Advertisement
Dia menjelaskan penyebab depresi dapat terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan. Pada saat kondisi seperti ini, maka sesorang akan mengalami beberapa tahapan kedukaan, mulai dari menyangkal, marah hingga mulai berpikir antara bisa menerima apa yang terjadi atau tidak. Jika tidak, kata Ida, maka seseorang akan memasuki fase depresi. “Untuk penyembuhan sangat tergantung kondisi psikis masing-masing orang, tapi jika kondisi semakin parah ada baiknya berkonsultasi ke psikater atau dokter spesialis kejiwaan,” katanya.
Ida menuturkan, di tingkat kompetisi untuk menjadi anggota Dewan para caleg yang gagal sangat mungkin mengalami depresi. Guna membantu pemulihan kondisi psikologi, poli jiwa di RSUD Wonosari siap memberikan layanan konsultasi. “Akan kami siapkan. Ada dua cara yakni menambah ruangan khusus untuk layanan atau memberikan jam layanan khusus. Yang jelas, keputusan dalam pelayanan akan kami konsultasikan dengan manajemen rumah sakit,” katanya.
Menurut Ida para caleg yang ingin mendapatkan konsultasi tidak usah malu karena demi kesehatan jiwa. “Ini berlaku bagi semua [masyarakat umum] karena kesehatan jiwa sangat penting agar depresi yang diderita tidak semakin parah. Yang jelas, kami menjamin kerahasiaan identitas setiap orang yang datang meminta pelayanan,” katanya.
Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati, mengatakan untuk layanan kesehatan jiwa sudah tersedia di Poliklinik Jiwa. Namun demikian, apabila setelah pencoblosan ada lonjakan jumlah kunjungan, maka RSUD Wonosari menyiapkan ruang lain untuk pelayanan. “Di lantai dua masih ada dan bisa dimanfaatkan apabila ada lonjakan jumlah kunjungan di layanan poli jiwa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Trump Geram Dikritik Paus Soal Iran, Lontarkan Serangan Verbal
Advertisement
Glamping DeLoano Menoreh Dibuka Lagi, Sensasi Menginap di Hutan Pinus
Advertisement
Berita Populer
- DPRD Jogja Gelar Penghormatan Terakhir untuk Adrian Subagyo
- Forum UMKM Kulonprogo Dibentuk, Fokus Digitalisasi dan Kolaborasi
- Harlah Muslimat NU, Sultan Tekankan Peran Ibu Bangun Bangsa
- Jadwal KRL Jogja-Solo 13 April 2026, Berangkat dari Tugu ke Palur
- Jadwal KRL Solo-Jogja 13 April 2026, Cek Jam Berangkat Terbaru
Advertisement
Advertisement







