Bless, Mendadak Bagian Tengah Simpang Ngabean Ambles 1 Meter

Pejalan kaki menyaksikan titik jalan ambles di simpang empat Ngabean, Jogja, Jumat (15/3). - Harian Jogja/Desi Suryanto
15 Maret 2019 17:52 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Salah satu sisi di ruas Jalan KH. Ahmad Dahlan, tepatnya di sekitar simpang empat Ngabean, Jogja, ambles sedalam lebih dari satu meter, Jumat(15/3/2019).

Dari pantauan Harian Jogja, lokasi amblesan yang berbentuk lingkaran telah disterilisasi oleh petugas dengan pemasangan papan dan rambu separator serta garis polisi. Dengan begitu diharapkan amblesan itu tak menimbulkan korban dari pengguna jalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja, Agus Tri Haryono mengatakan di bawah jalan yang ambles tersebut terdapat saluran air limbah (SAL). Setelah adanya laporan dari warga perihal amblasnya jalan tersebut, Pemkot langsung menindaklanjuti laporan.

Akan tetapi, Pemkot tetap harus berkoordinasi dengan pihak terkait yang berwenang atas saluran. "Saluran tersebut terkoneksi ke rumah-rumah," ujarnya, Jumat (15/3).

Agus menjelaskan penanganan jalan ambles dilakukan secara permanen. Petugas dari DPUPKP Kota Jogja langsung menuju lokasi kerusakan untuk mengecek dan memperbaikinya, begitu menerima laporan warga.

Pasalnya kawasan itu adalah jalur wisata dan banyak digunakan untuk warga beraktivitas. “Diduga, titik itu ambles karena hujan deras yang turun atau usia saluran yang sudah lama,” ujar dia.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kota Jogja, Umi Akhsanti menuturkan, titik jalan yang ambles itu sebelumnya sempat mencekung, sehingga DPUPKP mengaspalnya. "Sekarang malah ambles," kata dia.

Andri, salah satu karyawan toko yang berada tak jauh dari titik amblesan itu mengatakan saat dia mulai bekerja sekitar pukul 10.00 WIB, dia melihat sudah ada separator di. “Ternyata jalan itu sudah ambles,” kata dia.

Kemungkinan, kata dia, titik ruas jalan itu ambles sekitar dini hari. Pasalnya, Kamis (14/3/2019) malam hingga pukul 23.30, titik belum ambles. “Memang sudah ada retakan, tetapi sudah diaspal,” ucap pria asli Surabaya itu.