Danais Rp2,9 Miliar Disiapkan untuk Perbaiki BCB di Sleman

Ilustrasi cagar budaya. - Harian Jogja
15 Maret 2019 17:07 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman menyiapkan anggaran Rp2,9 miliar yang bersumber dari dana keistimewaan (Danais) untuk melestarikan dan melakukan perawatan Bangunan Cagar Budaya (BCB) yang jumlahnya cukup banyak.

Kepala Seksi Sejarah Nilai dan Tradisi Budaya Disbud Sleman Anas Mubakhir mengatakan saat ini, pihaknya tengah berencana melakukan merehab salah satu BCB. Yaitu bangunan SMP Negeri 1 Sleman yang terletak di Jln. Bhayangkara 27 Medari, Desa Caturharjo, Sleman.

"Saat ini baru proses revisi perencanaan yang  sudah disusun beberapa waktu yang lalu. Pelaksanaan akan dilakukan selama lima bulan,” kata Anas, Kamis (14/3/2019).

Lebih lanjut, ia mengatakan, rehab bangunan konstruksi cagar budaya tersebut didominasi pekerjaan dan penggantian material pada bagian genting dan kayu atap di bagian ruang perkantoran. Jumlah ruang yang direhab ada empat dan proses pengerjaan dilakukan secara bergantian.

"Jadi tidak seluruhnya dilakukan rehab, hanya pada kayu atap dan genting sesuai desain awal yakni menggunakan genting kripik. Bagian lain seperti dinding dan kusen tidak diganti, karena kondisi masih bagus," ujar dia.

Selain itu, ia menambahkan, Danais akan dialokasikan Disbud Sleman untuk melanjutkan pembangunan cagar budaya Pendopo Kapanewon di area Kantor Kecamatan Tempel.

”Pendopo Kapanewon akan dibuat gerbang, selain itu, ada pembangunan landscape pada gedung Pegadaian di Tempel agar dapat dioptimalkan pemanfaatannya,” tambahnya.

Sekretaris Disbud Sleman Edy Winarya menjelaskan pada 2019 ini, Sleman mendapat jatah Danais sebesar Rp 54,03 miliar. Namun kata dia, pada Maret 2019 ini kemungkinan akan ada perubahan nilai anggaran.

"Dari total Danais yang diperoleh, sekitar Rp 38 miliar akan digunakan untuk pembangunan gedung Taman Budaya Sleman. Selebihnya untuk kegiatan masyarakat seperti attaksi budaya dan lain sebagainya," ujar dia

Lebih jauh, ia menjelaskan, pada 2018 lalu, pihaknya bisa menyerap 98% lebih Danais yang diterima. Sisanya, kata dia, merupakan langkah efisiensi.  "Kalau pelaksanaan fisik di 2018 semuanya terserap 100 persen. Target penyerapan jelas di atas 98 persen di tahun 2019 ini," ucapnya.